

inNalar.com – Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya menjelaskan tentang tata cara sholat yang baik dan benar menurut Nabi Muhammad saw.
Seperti kata Syekh Ali Jaber yang dalam bacaan sholat sangat menganjurkan membaca takbiratul ikhram.
Dikutip dari YouTube Muslim-saluran dakwah Syekh Ali Jaber mengatakan dari Hadist Riwayat Tirmidzi.
Bahwasannya barang siapa yang tidak melewatkan takbiratul ihram selama 40 hari dia akan mendapatkan kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari kemunafikan.
Bahkan Syekh Ali Jaber mendorong jamaahnya jika ingin mengetahui dirinya seorang mukmin ataukah dirinya seorang munafik dengan melihat posisi saat sholat terutama takbiratul ihram.
Begitu pula dengan sifat riya dalam sholat maupun ibadah lainnya.
Menurut Syekh Ali Jaber ada satu doa dari Hadist yang shahih dan dibacakan oleh Nabi Muhammad saw dan menurutnya itu adalah doa memohon perlindungan dari riya.
Inilah doa di sujud terakhir yang dapat kita baca.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
“Allahumma innii a’uudzubika annusyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam”
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan, aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui.
Pada bacaan ini baik sekali dibacakan doa di sujud terakhir ini guna untuk berlindung kepada Allah swt dari kekuatan yang bisa menjatuhkan diri kita dengan sengaja kepada syirik.
Atau bahkan bisa menjatukan diri kita dengan hal yang tidak sengaja kepada syirik.
Menurut Syekh Ali Jaber jika kita mengetahui hal yang sengaja mengarah kepada syirik kita dapat mengetahui dan bisa bertaubat kepada Allah swt.
Namun berbeda halnya dengan hal yang kita tidak ketahui tetapi mengarah ke syirik, naudzubillah min dzalik.
Pada doa di sujud terakhir ini boleh juga dilakukan setiap kali sujud tiap rokaat sholat.
Bukan hanya saat sujud terakhir tetapi bisa dilakukan di sujud pertama, kedua dan seterusnya.
Namun, beberapa orang terkadang lupa akan rakaat sholat karena melakukan doa yang terlalu lama.
Bahkan para ulama menganjurkan untuk menghindari hal tersebut agar berdoa dapat dilakukan di sujud terakhir.
Berdoa pula bisa menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa Arab sesuai dengan maknannya, tetapi pada bacaan sholat lainnya tidak bisa diganti dengan bahasa Indonesia.***