

inNalar.com – Sebelum menunaikan ibadah puasa Ramadhan ada baiknya jika mengetahui terlebih dahulu apa saja syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadhan, agar ibadah dapat sah dan maksimal.
Selama ini yang umum diketahui oleh orang awam adalah hanya ada rukun serta syarat dalam ibadah puasa Ramadhan. Akan tetapi ternyata secara lebih rinci lagi syarat puasa terbagi pula menjadi tiga.
Hal ini menunjukan betapa luasnya keilmuan Islam dan betapa mulianya hukum Allah sehingga dapat menjawab segala kebutuhan hamba-Nya.
Baca Juga: Muhammadiyah Putuskan 1 Ramadhan 1443 Hijriah Jatuh Pada Sabtu 2 April 2022
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Muslimah Hijrah ID pada 19 April 2020. Ustadz Adi Hidayat menyampaikan ceramah mengenai syarat wajib dan syarat sah puasa. Beliau membagi syarat wajib, syarat sah, dan syarat wajib sekaligus sah puasa.
1. Syarat wajib puasa
Syarat wajib adalah syarat bagi seseorang yang dikenakan kewajiban untuk berpuasa yaitu:
– Baligh, artinya sudah cukup umur dan sempurna akal serta kemampuan berpikirnya. Maka bagi anak kecil tidaklah wajib melakukan puasa.
– Mampu, artinya memiliki kemampuan secara fisik untuk berpuasa, bagi orang yang sakit atau terdapat suatu uzur (halangan) baginya tidaklah wajib berpuasa.
2. Syarat sah puasa
Syarat sah adalah syarat atau ketentuan suatu pekerjaan agar dapat disebut sebagaimana pekerjaan tersebut, dalam hal ini puasa. Seseorang dikatakan sah berpuasa apabila:
– Beragama Islam, tidak sah berpuasa bagi orang non muslim meskipun ia baligh dan mampu.
– Niat, seseorang yang tidak berniat puasa akan tetapi tidak makan dan minum selama waktu puasa, tidaklah sah disebut puasa.
– Menunaikan puasa pada waktunya, puasa telah ditentukan waktunya yaitu dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Maka tidak sah orang yang berpuasa sepanjang waktu atau tidak berbuka ketika waktunya. Tidak pula sah berpuasa Ramadhan di selain bulan Ramadhan.
3. Syarat wajib dan sah puasa secara bersamaan
Syarat wajib dan sah puasa secara bersamaan adalah ketentuan yang menjadikan seseorang dipandang wajib melaksanakan puasa dan puasanya dinilai sah. Sebaliknya jika tidak ada ketentuan (syarat-syarat) ini maka puasa tidak wajib sekaligus tidak sah bagi orang tersebut:
– Berakal, artinya sehat secara nalar berpikirnya. Maka puasa tidak wajib atas orang dengan gangguan jiwa dan tidak wajib pula atas orang yang akalnya belum berfungsi secara sempurna yaitu orang pingsan, atau orang dalam keadaan koma.
Baca Juga: Jerry dan Tom, Sahabat atau Musuh ?
– Suci dari Haid dan Nifas Bagi wanita yang sedang mengalami masa haid dan nifas maka tidak wajib baginya berpuasa dan tidak sah berpuasa. Akan tetapi wajib mengganti (qada) di hari lain selain bulan Ramadhan.
Secara keseluruhan syarat wajib, syarat sah, syarat wajib dan sah puasa adalah:
Demikianlah pembahasan mengenai segala jenis syarat puasa menurut Ustadz Adi Hidayat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi