

InNalar.com – Sholat adalah ibadah yang diwajibkan kepada umat muslim lima kali dalam sehari.
Adapun waktu-waktu sholat telah di terangkan dalam al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Saw.
Bahkan, di zaman sekarang kita tidak perlu lagi untuk mengukur bayang-bayang atau melihat matahari dan langit untuk mengetahui batasan-batasan waktu shalat.
Baca Juga: Apakah Boleh Menunda Waktu Sholat? Begini Jawaban dari Buya Yahya
Namun, tahukan Anda jika ada waktu-waktu yang diharamkan atau tidak dibolehkan untuk melakukan salat?
Mari kita bahas waktu-waktu yang diharamkan sholat dalam kitab taqrib yang dijelaskan oleh Buya Yahya.
Menurut Imam Abu Suja dalam kitab taqrib, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk tidak melakukan sholat, dan hukumnya makruh.
“Makruh disini adalah karahata tahrim makruh yang haram, artinya kita diperkenankan sholat di waktu-waktu tersebut.” Ungkap Buya Yahya.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap, Berdasarkan Kitab Taqrib dan Penjelasan Buya Yahya
Akan tetapi waktu-waktu sholat yang dilarang ini bukanlah semua sholat, hanya ada beberapa sholat saja yang diharamkan. Nanti akan kita bahas di akhir tulisan.
Artinya jika belum melaksanakan shalat wajib pada waktu-waktu ini diperbolehkan untuk mendirikannya.
Begitu pula jika ingin mengqodho atau mendirikan sholat sunah yang tertinggal maka diperbolehkan juga.
Ada pun waktu-waktu yang tidak diperbolehkan tersebut adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Laksanakan Sholat Hujan karena Kebakaran Hutan di Kalimantan, BMKG Prakiraan Hujan Lebat
Setelah kita melakukan Shalat Subuh, ada periode waktu dimana matahari mulai naik hingga sempurna terbit.
Pada saat ini, sangat tidak disarankan untuk melakukan sholat.
Pada waktu ini, matahari belum sepenuhnya terbit dan tidak ada sinar matahari yang terlihat.
Jadi, jika kita berada di tempat yang datar atau di pinggir pantai, kita harus menunggu sampai matahari benar-benar terbit dan tinggi sekitar setinggi tombak baru kita boleh melakukan sholat.
Ketika matahari mulai terbit sampai setinggi tombak.
Waktu matahari berada lurus di atas kepala.
4. Waktu setelah ashar
Setelah Shalat Ashar, ada periode waktu dimana matahari mulai redup dan mendekati bumi.
Pada saat ini, kita juga tidak diperkenankan melakukan sholat sampai matahari benar-benar terbenam.
Pada saat ini, sinar matahari sudah mulai redup dan tidak disarankan untuk melakukan sholat sampai matahari benar-benar terbenam.
Sama seperti waktu terbitnya matahari, pada waktu matahari perlahan mulai terbenam, kita tidak boleh melakukan sholat sampai matahari benar-benar hilang dan terbenam.
Baca Juga: Meski Rajin Sholat, Hal Sepele Ini Buat Iman Muslim Perlahan Hilang dari Hati Kata Buya Yahya: AWAS!
Peringatan !
Sholat yang haram dilakukan hanya ada dua, menurut penjelasan Buya Yahya. Yaitu:
1. Sholat sunah mutlak, sholat sunah yang tidak ada sebab.
“Sholat sunah mutlak adalah sholat sunah tanpa batasan waktu, yang bisa dilakukan kapan saja.”
2. Selanjutnya adalah sholat sunah yang sebabnya adalah menyusul seperti sholat sunah ihram yaitu sholat yang didirikan sebelum umrah.
Sedangkan sholat sunah wudhu dan tahiyatul masjid diperbolehkan karena sebabnya mendahului dan menyertai.
Dikutip dari penjelasan Buya Yahya, “Sholat wudhu, wudhu dulu atau sholat dulu? Karena wudhu lah kita disunahkan untuk sholat. Aslinya mutlak ini, cuman mutlaknya karena ada sebab.”
Kemudian Buya Yahya melanjutkan, “Tahiyatul masjid, bersama kita masuk masjid maka dari situlah kita melakukan sholat.”
Oleh karena itu, kesimpulannya adalah:
Dalam waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat ini hanya dua sholat yaitu,
1) sholat sunah mutlak tanpa sebab,
2) sholat sunah yang sebabnya menyusul seperti sholat ihram yang dilakukan sebelum umrah.
waAllahu a’lam Bishowab. ***