

inNalar.com – Tahukah bahwa Sulawesi Utara kerap disebut sebagai surga emas? Bagi para pebisnis tambang, wilayah ini kaya dengan sumber daya mineral.
Salah satu tambang emas dan perak yang paling dikenal khalayak diketahui berada di Minahasa Utara.
Kawasan pertambangan penghasil komoditas berharga ini dinamakan dengan Tambang Toka Tindung.
Adapun ukuran areal konsesi pertambangan ini menghampar luas hingga 39.817 hektare.
Lokasinya tidak jauh dari Kota Manado dan menyempil di antara rambatan hutan lebat yang menghijau.
Tambang Emas Toka Tindung ini sepenuhnya dikendalikan oleh produsen emas murni terbesar kedua se-Asia Tenggara.
Pemain emas murni (pure-play glod) ini adalah PT Archi Indonesia Tbk (kode saham: ARCI).
Penggerak tambang raksasa di Minahasa Utara ini mengelola produksi emasnya melalui dua entitas pemegang kontrak karya site-nya.
Pemegang Kontrak Karya (KK) yang dikuasai ARCI ini meliputi PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
MSM dan TTN diketahui telah menggenggam KK tambang emas ini sejak 2011 dan masa berlaku izin pertambangannya sampai dengan 2041.
Sebenarnya operasi penambangan telah dilakukan sejak tahun 2009, tetapi komersial produksinya baru dimulai pada April 2011.
Jumlah simpanan cadangan mineral dari kedua pengelola tambang, yakni MSM dan TTN, per 31 Desember 2020 silam mencapai 3.884 kilo ons emas.
Sementara produksi emasnya hingga pembukuan keuangan terakhir, diperhitungkan akumulasinya yaitu sekitar 2.263 kilo ons.
Melansir dari situs resmi perusahaannya, produsen emas murni di Minahasa Utara ini mencatatkan potensi sumber daya mineral mencapai 5,5 juta ons.
Adapun simpanan cadangan yang telah teridentifikasi per 31 Desember 2020 silam mencapai 3,9 juta ons bijih mineral.
Setidaknya rekam kerukan tambangnya tercatat telah menghasilkan lebih dari 200 kilo ons emas per tahun.
Jika dihitung-hitung dari kurun waktu antara 2010 – 2020, eksplorasi besar di Minahasa Utara ini telah menyedot biaya modal ARCI sebesar US$125 juta.
Tambang Emas Toka Tindung ini diekspansikan hingga hilir melalui keberadaan pabrik pengolahan emas.
Pabrik pengolahan emas tersebut ditargetkan kapasitasnya bakal mencapai 8 juta ton per tahun pada akhir 2026 mendatang.
Dengan begitu, terdapat 450.000 ons emas per tahun yang bisa diproduksi dari tambang emas tersebut.
Sedikit informasi, nilai aset PT Archi Indonesia Tbk pada entitas MSM sendiri tercatat besarannya US$ 427 juta.
Adapun genggaman aset yang berada di entitas TTN tercatat US$ 377 juta, dengan masing-masing porsi saham keduanya dikuasai ARCI 100 persen.
Diharapkan pengerukan sumber daya mineral juga diseimbangkan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara.
Sehingga kekayaan alam tidak hanya sekadar habis sebagai sebuah nilai kekayaan semata, melainkan memberikan multiplier effects bagi daerah dan nasional.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi