

inNalar.com – Proyek Tangguh Train 3 yang dibangun di Kawasan Teluk Bintuni, Papua Barat ini disebut bakal jadi karya anak bangsa.
Sebagaimana namanya, ketangguhan proyek ini diharap bukan hanya sekadar soal produksi gas alam yang berkapasitas jumbo saja.
Namun lebih dalam dari itu, proyek ini bakal jadi mahakarya tenaga kerja lokal, utamanya yang berasal dari Papua.
Meski dalam merealisasikannya Kementerian ESDM tetap melibatkan salah satu perusahaan minyak bumi terbesar di dunia sebagai operatornya.
Dalam realisasi proyeknya, pembangunan hingga pengoperasian garapan bernilai Rp72,45 triliun ini diproyeksikan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja setempat.
Sejauh ini, Kementerian ESDM mengungkap bahwa pengerjaan proyek gas berskala jumbo di Teluk Bintuni ini sudah menyerap 70 persen tenaga kerja asal Papua dan Papua Barat.
Proyeksi lebih jauh nantinya, tepatnya pada tahun 2029 garapan ini bakal menyerap tenaga kerja asli setempat hingga 85 persen.
Sebagai informasi, Pemerintah RI bekerja sama dengan British Petroleum (BP) beserta mitranya untuk menggarap Proyek Tangguh Train 3 di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Dalam hal ini, BP memiliki sejumlah mitra yang ikut memiliki saham dalam proyek tersebut.
Perusahaan minyak berbasis di London ini diketahui memiliki porsi kepemilikan sebesar 40,22 persen.
Sementara sisanya, kepemilikan saham digenggam oleh MI Berau BV sebesar 16,3 persen.
Selain itu ada pula mitra CNOOC Muturi Ltd dengan porsi kepemilikan sebesar 13,9 persen.
Baca Juga: Luasnya 650 m2, Rumah Susun di Kediri Ini Hibah dari Kementerian PUPR, Bakal Jadi Hunian…
Tidak ketinggalan Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd juga ikut menggenggam saham sebanyak 12,23 persen.
Kemudian KG Berau Petroleum Ltd dan KG Wiriagar Petroleum Ltd masing-masing sebesar 8,56 dan 1,44 persen.
Adapun mitra BP yang terakhir adalah Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc sebesar 7,35 persen.
BP dan sejumlah mitra tersebut diketahui telah memperpanjang masa izin operasinya hingga tahun 2035.
Perpanjangan izin operasional tersebut diperpanjang usai batas masa akhirnya berakhir pada 23 Desember 2022.
Kini dengan rampungnya pengerjaan kilang gas LNG train 3, produksi tahunan dari blok yang berada di Teluk Bintuni bisa mencapai 11,4 juta ton per tahun.
Perlu diketahui, di kawasan tersebut telah dibangun sebelumnya dua train berkapasitas total 7,6 juta ton LNG.
Dengan bertambahnya kilang gas baru yang berhasil rampung ini mendorong keoptimisan bahwa proyek karya anak bangsa ini mampu mengakselerasikan target produksi gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi