Sulitnya Bikin Jakarta-Bekasi Terhubung Jalan Tol: Biaya Bengkak Rp73,8 M hingga Kena Imbas Proyek Lain, Kini..


inNalar.com – Upaya menyambungkan Kota Jakarta dan Bekasi dengan jalan tol rupanya bukan persoalan mudah.

Berbagai kendala realisasi proyek jalan tol sangat sulit membuat Jakarta dan Bekasi menjadi semakin dekat.

Gagasan untuk menyambungkan kedua kota ini pada dasarnya sangat kuat.

Baca Juga: Kolong Jalan Tol di Jakarta Utara Bakal Dipugar Cantik Jadi Tempat Healing, Libatkan Emiten Jusuf Hamka?

Yaitu, karena Bekasi menjadi kawasan industri yang geliatkan ekonomi di bagian barat Pulau Jawa.

Jakarta sebagai pusat bisnis sekaligus gerbang pelabuhan, tentu menjadi sangat urgen dan layak kedua daerah disambung dengan jalan tol.

Meski sudah masuk barisan Proyek Strategis Nasional (PSN), proses pembangunan tak urung lepas dari hambatan.

Baca Juga: Gerak Cerdik Pelindo, Jalan Akses Pelabuhan Ini Akan Terhubung Langsung Dengan 3 Kawasan Industri Jawa Barat

Padahal proyek ini dahulu menelan dana investasi sebesar Rp4,22 triliun.

Lantas, lintasan manakah yang memakan ongkos proyek yang begitu besar, tetapi sempat lalui sejumlah dinamika pembangunan?

Lintasan yang menyambung Jakarta dan Bekasi ini adalah Jalan Tol Cibitung Cilincing.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Hotel NEO Jadi Brand yang Disukai Milenial

Jalan Tol Cibitung Cilincing merupakan bagian dari ruas jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1.

Sebagian besar lintasannya melintang di daerah Jawa Barat dengan panjang jalur mencapai 34,7 kilometer.

Jalan tol penghubung Bekasi dan Jakarta ini dibagi menjadi 4 seksi. Teranyar, seksi IV telah beroperasi pada April 2023 lalu.

Baca Juga: Berkat Pinjaman Jepang Rp4,1 Triliun, Jakarta Utara Punya Jalan Tol Super Unik Dengan Desain Sunyi Senyap

Seksi II dan III secara bersamaan telah beroperasi pada September 2022, sedangkan Seksi I pada Juli 2021.

Lantas, apa saja kendala yang merintangi kedua kota strategis ini menyambung?

Berbagai persoalan lahan dihadapi Proyek Jalan Tol Cibitung Cilincing ini.

Baca Juga: Masuk Daftar 252 Afiliasi Gontor, Inilah 3 Pesantren Modern Terbaik se-Jawa Timur: Paling Legendaris Ada di Nganjuk

Progres pembangunan sempat terhambat lantaran genangan air di sisi jalur Cibitung.

Genangan tersebut terjadi karena ada sisi saluran proyek yang tertutup oleh tumpukan material dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Terdapat genangan air pada kwadran 2 IC Cibitung akibat saluran samping tertutup oleh timbunan sebagai jalan sementara keluar masuk kerja pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung,”dikutip inNalar.com dari KPPIP.

Tidak hanya itu, pembebasan lahan yang terletak di area ibukota turut sumbangsih menghambat progres proyek ini.

Uniknya lagi, trase pembangunan jalan tol ini juga menabrak lahan jalur kereta api milik PT KAI dan lahan milik satu perusahaan.

Masa tunda konstruksi kian panjang lantaran perlu menunggu pembayaran dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Selanjutnya kendala proyek jalan tol pun datang dari sisi kontraktor yang perlu menangani permasalahan keuangannya terlebih dahulu.

Adapun dari sisi kesulitan keuangan, terdapat pembengkakan biaya akibat penambahan lokasi proyek.

Pihak pelaksana proyek butuh dana lebih sebesar Rp73,8 miliar untuk mengakomodir kekurangan tersebut.

“Jalan Tol Cibitung Cilincing memerlukan penambahan alokasi dana pengadaan tanah dalam bentuk Dana Talangan Tanah (DTT) dikarenakan terdapat kelebihan realisasi sebesar Rp 73,8 Miliar,” dikutip inNalar.com dari KPPIP.

Kendati demikian, pada akhirnya keempat seksi jalan tol penghubung Jakarta dan Bekasi berhasil menyambung usai lalui sejumlah kendala.***

Rekomendasi