Suku Kuno yang Terisolasi di Hutan Gorontalo Sudah Mengasingkan Diri Sejak 1673 Masehi, Kondisinya Sekarang…

inNalar.com – Era perkembangan zaman pesat dan maju berbanding terbalik dengan suku kuno yang berada di hutan Gorontalo ini.

Masyarakat suku kuno di Gorontalo yang mengasingkan diri ini tidak mengonsumsi nasi sebab mereka tidak punya pengetahuan untuk bercocok tanam padi.

Suku kuno yang terisolasi di hutan Gorontalo ini bernama suku Polahi yang sudah ada sejak tahun 1673 masehi.

7Baca Juga: 5 Daerah di Kalimantan Timur yang Penduduknya Punya Gaji Bulanan Tertinggi, Nomor 1 Samarinda?

Makanan yang dikonsumsi setiap harinya suku kuno ini yaitu dedaunan kering dan juga daun yang masih basa, bahkan para suku kunu ini masih menerapkan cara mencari makannya dengan cara berburu hewan liar dan juga meramu.

Tidak hanya itu suku kuno ini masih menggunakan rotan untuk memasak makanan dan masih nomaden atau berpindah-pindah tempat.

Biasanya nomaden dikenal untuk memudahkan mencari makanan tetapi berbeda dengan suku kuni ini.

Baca Juga: Bagaimanakah Hukum Mewarnai Rambut Menurut Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya

Para masyarakat yang melakukan nomaden ketika ada salah satu masyarakat yang meninggal, sehingga harus meninggalkan tempat tersebut sebab dianggap sakral.

Perlu diketahui bahwa suku kuno ini bertempat tinggal di dalam hutan yang terletak di Gunung Boliyohuto.

Bahkan para suku kuno ini hidup berkelompok seperti zaman prasejarah, kelompok yang berada di atas gunung tertinggi merupakan suku yang paling kuno dan juga primitif.

Baca Juga: Gandeng Pertamina, Smelter Tembaga di Sumbawa Teken Kontrak Perjanjian Demi Dapatkan…

Orang asing yang memasuki perkampungan suku kuno ini akan dianggap sebagai penjajah dan dianggap membahayakan.

Biasanya suku kuno yang berada di Gorontalo yang mudah untuk ditemui ini bertempat tinggal di kaki Gunung Boliyohuto ini menjual cabai ke pasar.

Meskipun menjualnya suku tersebut tidak mengetahui besarnya mata uang yang diperoleh dari hasil menjual cabai tersebut.

Biasanya para pembeli yang ada di pasar akan memberikan harga yang mudah dan dibawah harga normal pada umumnya.

Pada umumnya pernikahan yang dilakukan dengan hubungan sedarah akan terlahir anak yang cacat tetapi berbeda dengan suku kuno ini yang memiliki keunikan.

Dilansir dari Youtube Anak Kampung meskipun menikah dengan hubungan sedarah tetapi anak keturunannya hidup normal seperti manusia pada layaknya.

Bahkan hingga sampai saat ini belum ada yang dapat memecahkan sebuah misteri adanya perkawinan sedarah dan memiliki keturunan normal.***

 

Rekomendasi