Suku di Sulawesi Utara Ini Punya Ritual Unik saat Penguburan, Posisi Mayat Bukan Telentang Tapi…

inNalar.com – Situs purbakala di Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara ini rupanya mengungkap kebiasaan unik suku Minahasa pada zaman megalitikum.

Hanya dari sebuah penemuan komplek situs purbakala Waruga di Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi saja ternyata di balik itu banyak yang berhasil diungkap oleh para peneliti, mulai dari keunikan bentuknya hingga bagaimana proses ritual unik pemakaman tersebut berlangsung.

Meski tradisi unik ini sudah tidak lagi dilakukan oleh penduduk suku Minahasa di zaman sekarang, tetapi ada fakta mencengangkan yang sangat menarik untuk dibahas dari penduduk masa lalu di Sulawesi Utara ini.

Baca Juga: Hidup Puluhan Tahun di Kalimantan Barat, Desa Unik Ini Justru Menggunakan Bahasa Madura di Kesehariannya?

Rupanya, makam kuno Waruga tak hanya memiliki keunikan dari segi bentuknya yang menyerupai rumah, tapi masih ada ritual unik yang dilakukan penduduk suku Minahasa zaman dahulu.

Sebelum membahas tentang ritual unik suku Minahasa saat melakukan prosesi penguburan, mari kita kenali dulu apa yang dimaksud dengan waruga.

Waruga diambil dari bahasa Tombulu. Penyusunan nama waruga terdiri dari dua kata, yaitu wale yang artinya rumah dan ruga yang artinya hancur.

Baca Juga: Simpan Memori Perjuangan Rakyatnya, Area Tugu Ikonik Jambi ini Bak Kota Modern Hingga Telan Biaya Rp 5,1 M

Jika diperhatikan dari dekat, situs waruga peninggalan Suku Minahasa Sulawesi Utara ini berbentuk batu dengan bagian bawah berbentuk kotak dan atasnya berbentuk segitiga menyerupai atap rumah.

Masyarakat kuno suku Minahasa di Sulawesi Utara memiliki kepercayaan bahwa roh pendahulunya punya kekuatan magis, sehingga itulah mengapa bentuk kuburannya dibuat seindah mungkin dengan ukiran-ukiran khusus yang mengelilinginya.

Bentuk segitiga bagian atas kuburan kuno waruga yang menyerupai atap rumah ini ternyata menyerupai bentuk rumah adat Minahasa Kuno.

Baca Juga: Cuma 2 Jam dari Pekanbaru! Sungai Terdalam se-Indonesia Ternyata Ada di Riau, Kedalamannya Sampai 30 Meter?

Uniknya lagi, makam ini tidak dibuat oleh para penduduk kuno suku Minahasa, melainkan dirinya sendiri yang merasa akan melakukan perjalanan menuju kehidupan setelah kematian.

Ritual unik lainnya yang bisa dilihat dari suku terdahulu di Sulawesi Utara ini adalah pada saat prosesi penguburan mayatnya.

Dahulu, tradisi unik suku Minahasa di Sulawesi Utara yang paling menyedot perhatian para peneliti ialah posisi peletakan mayat yang jauh berbeda dari kebanyakan di zaman sekarang.

Jika biasanya kita biasa menemukan posisi peletakkan mayat saat dikuburkan dalam kondisi telentang, tidak demikian yang dilakukan oleh leluhur suku Minahasa, Sulawesi Utara.

Para penduduk suku Minahasa Sulawesi Utara pada zaman dahulu, memposisikan mayat dalam kondisi jongkok atau meringkuk.

Tubuh mayat nampak seperti terlipat dengan posisi wajah mencium lutut, sedangkan tumitnya menempel ke pantatnya.

Uniknya lagi, jika ada satu anggota keluarga dari penduduk kuno Minahasa meninggal dunia, maka jenazah tersebut akan diletakkan di dalam kuburan kuno berbentuk rumah tersebut.

Penduduk kuno di Sulawesi Utara itu akan membuka tutupan kuburan berbentuk atap dan meletakkan mayatnya ke dalam kuburan batu waruga tersebut, lalu ditutup lagi.

Agar bau busuk tidak menyebar keluar makam kuno batu waruga ini, suku Minahasa Sulawesi Utara ini akan memberikan tanah liat pada celah wadah kuburan kuno tersebut.

Itulah tradisi unik dalam prosesi penguburan mayat yang dilakukan oleh suku Minahasa kuno di Sulawesi Utara yang ditandai dengan ditemukannya situs makam kuno Waruga.***

Rekomendasi