

inNalar.com – Baduy merupakan salah satu suku yang ada di daerah Banten dengan populasi yang cukup tinggi di Indonesia.
Dilansir inNalar.com dari Pemkot Cimahi, populasi Suku Baduy kurang lebih mencapai 26.000 jiwa.
Suku Baduy sendiri terbagi menjadi dua jenis yakni Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar.
Kehidupan dari suku ini terbilang sangat sederhana dan jauh dari kata serakah.
Hal tersebut membuat suku ini bisa bertahan hanya dengan memanfaatkan sumber alam.
Namun, ternyata kesederhanaan ini menimbulkan efek samping yakni adanya isolasi diri dan tidak mampu berbaur khususnya bagi Suku Baduy Dalam.
Suku Baduy memang terkenal sangat ketat memegang adat istiadat, tetapi bukan berarti wilayah mereka terisolasi atau terasingkan.
Adapun beberapa pantagan atau tabu bagi mereka dan salah satunya mengambil foto terutama untuk wilayah Baduy Dalam.
Pengunjung yang berkunjung ke Suku Baduy Dalam hanya boleh menggambarkan suasana di dalamnya hanya dengan sketsa.
Bahkan, secara resmi Suku Baduy Dalam menjadi wilayah blank spot atau tanpa sinyal internet.
Situasi tersebut merupakan permintaan tetua adat Baduy.
Alasan permintaan pemutusan internet ini dilakukan agar masyarakat Baduy Dalam tidak terpengaruh konten negatif dari internet.
Lantas, bagiamana dengan keadaan Suku Baduy Luar, apakah terdapat permintaan yang sama?
Jawabannya adalah berbeda, Suku Baduy Luar malah mengalami digitalisasi dibidang usaha.
Hal tersebut terlihat dari salah satu warga dari Baduy Luar yang memproduksi aneka kerajinan Baduy.
Kini, warga Baduy Luar tersebut memasarkan produknya tersebut secara daring dan memanfaatkan teknologi digital termasuk beberapa marketplace ternama.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi