

inNalar.com – Zaman semakin modern, perusahaan tambang paling veteran ini rupanya juga ikut bertransformasi dan beradaptasi dengan kecanggihan teknologi terkini.
Perusahaan Aneka Tambang Tbk (Antam) rupanya telah melakukan uji coba aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan machine learning guna mengoptimasi kegiatan tambang di unit eksplorasi emas Jawa Barat.
Berkat Antam kembangkan aplikasi canggih bernama Geologging, pihaknya dapat mengurangi tingkat error dalam pencatatan data.
Baca Juga: Rogoh Kocek Rp8,3 Triliun, Konglomerat Migas Indonesia Akuisisi 20 Persen Saham 2 Blok Migas di Oman
Selain itu, proses pengumpulan data menjadi lebih akurat dan efisien dan tentu saja juga diharap dapat digunakan untuk mengptimkalisasi aktivitas pengeboran.
Oleh karena itu, tidak heran jika catatan laba bersih perusahaan dengan pemilik konsesi di dua wilayah Jawa Barat ini mampu catatkan laba bersih sebesar Rp3,3 miliar.
Catatan mengenai laba bersih tersebut sebagaimana diperinci dalam Laporan Keuangan yang diterbitkan PT Aneka Tambang, Tbk pada 30 Oktober 2023.
Pada dasarnya, Grup MIND ID terus mendorong perusahaan-perusahaannya untuk melakukan digitalisasi industri pertambangan.
Pasalnya dengan adanya teknologi berbasis AI ini diproyeksikan efektivitas pertambangan perseroan, khususnya dalam hal ini emas, dapat memberikan proses yang lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan.
Sebagai informasi, aplikasi tambang milik Antam bernama Geologging ini diketahui memiliki tiga fitur penting.
Baca Juga: Daftar Pebulutangkis Top yang Absen di Indonesia Masters 2024: Ada Viktor Axelsen hingga An Se-young
Ketiga fitur tersebut meliputi safety inspection, proses pengeborannya, dan foto core (inti bor). Diharapkan teknologi berbasis AI dapat menjadi pengakhir kegelisahan dunia pertambangan.
Menariknya, pencipta aplikasi Geologging ini diambil dari salah tim yang berhasil raih juara di kompetisi yang digelar oleh MIND ID Goes Digital 2021.
Pemenang tersebut adalah tim Safepedia yang anggotanya memiliki keahlian di bidang kesehatan, safety, lingkungan, dan database eksplorasi tambang.
Adapun para anggota tim pemenang tersebut terdiri dari Agung Banyu dan Munsi Liano, Aditya Pratomo dan Soeldjana sebagai hustler -nya, serta Agus Tri sebagai Hipster.
Sebagai informasi tambahan, sistem automasi dalam industri pertambangan tidak hanya dilakoni oleh Antam, PT freeport Indonesia juga telah terapkan kecanggihan eksplorasinya.
Teknologi canggih yang diandalkan Freeport Indonesia bernama Underground Smart Mining guna meningkatkan keselamatan para pekerjanya.
Begitu pula dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), aplikasi yang digunakan untuk mengoptimasi eksplorasi tambang namanya adalah MASTERMINE.
Aplikasi andalan PTBA digunakan untuk mengolah, memantau, dan mengontrol sistem pengolahan air limbang tambang.
Namun segala aktivitas pengontrolan tersebut dilakukan secara online, bahkan terdapat fitur alert dan notification yang bisa mengingatkan para petugasnya untuk memberi tahu bahwa kualitas air limbang sedang mengalami penurunan.
Baca Juga: Belajar sambil Bekerja di BRILiaN Internship Program, BRI Buka Kesempatan Emas untuk Mahasiswa
Dengan adanya aplikasis berbasis teknologi automasi mutakhir ini pihak perusahaan mampu melakukan kegiatan usaha secara lebih efisien dan mendorong produksi secara maksimal.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi