

inNalar.com – Menjadi bandara di daerah perbatasan Kalimantan Utara rupanya tidak selalu mengundang cerita bahagia.
Hal ini terjadi kepada salah satu bandara di Kalimantan Utara yang sudah berusia sekitar 10 tahun.
Pasalnya, bandara di Kalimantan Utara ini diniatkan untuk menjadi pemudah transportasi masyarakat.
Namun sayang, bandara tersebut malah tidak bisa didarati oleh pesawat yang berjenis lebar.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, bandar udara tersebut bernama Bandara Yuvai Semaring.
Bandara ini berlokasi di perbatasan Kalimantan Utara yakni Kecamatan Krayan, tepatnya di Long Bawan.
Bandara Juvai Semaring melayani penerbangan domestik dan dibangun di ketinggian 762 meter di atas permukaan laut.
Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Presiden pada tahun 2014 di mana dibangun menjadi salah satu bandara perbatasan.
Diketahui, bandara tersebut hanya menyediakan maskapai dengan 3 tempat destinasi, yakni Malinau, Nunukan, Tarakan.
Namun, bandara yang sudah diresmikan demikian lama tersebut rupanya masih belum bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar.
Hal ini dikarenakan bandara di Kalimantan Utara ini memiliki landasan pacu yang dikira pembangunannya tidak sesuai.
Padahal, landasan pacu telah dibuat sepanjang 1.800 meter dengan biaya anggaran mencapai 120 miliar Rupiah.
Dengan demikian, bandar udara di Kalimantan Utara ini dinilai tidak layak untuk didarati oleh pesawat berbadan lebar.
Hal ini cocok dengan kondisi bandara yang menyediakan penerbangan domestik dengan pesawat-pesawat kecil.
Oleh karena itu, pemerintah setempat berusaha memperbaiki dan meningkatkan fasilitas di Bandara Yuvai Semaring.
Dengan begitu, penumpang dapat memanfaatkan penerbangan melalui bandara ini menuju tempat lain di Kalimantan Utara.***