

inNalar.com – Beredar sebuah video di media sosial mengenai Pengungsi Rohingya di Sidoarjo yang mengaku mendapat bantuan sebesar Rp 1,2 juta per bulan.
Video pengakuan pengungsi rohingya tersebut diunggah oleh akun instagram @viralsekali.
Diketahui bahwa pengambilan video tersebut telah terjadi sekitar 6 tahun yang lalu.
Dalam video tersebut menampilkan kondisi rumah penampungan pengungsi Rohingya yang berada di Sidoarjo.
Baca Juga: Imigran Rohingya Makin Melonjak! Begini Tanggapan Mentereng Prabowo Subianto, Kasihan Rakyat Aceh!
Rumah penampungan yang dihuni oleh pengungsi Rohingya tersebut tampak sangat layak huni.
Dalam rumah penampungan terdapat ruang tamu, ada pula fasilitas televisi, dapur dan kamar tidur.
Pengungsi Rohingya tersebut mengaku bahwa para imigran mendapat uang saku dari Organisasi IOM.
Organisasi IOM atau organisasi internasional untuk migrasi merupakan sebuah organisasi antar pemerintah untuk mempromosikan migrasi yang berperikemanusiaan dan teratur yang bermanfaat bagi semua.
Pengungsi Rohingya tersebut mendapat uang saku sebesar Rp1.250.000 dari organisasi IOM.
Sudah mendapat bantungan sebesar Rp1.250.000, pengungsi Rohingya tersebut mengaku bahwa jumlah tersebut kurang untuk hidup sehari-hari.
Ia mengatakan bahwa mereka harus menghemat untuk bisa hidup di sana dengan uang saku sebesar Rp1,2 juta tersebut.
Video yang telah terjadi 6 tahun lalu tersebut muncul ke permukaan kembali setelah terjadi polemik kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh dan Sabang.
Postingan tersebut pun mendapat reaksi negatif dari warganet.
“Enak bener, warga sendiri aja susah tidur di jalan masih banyak.” tulis komentar akun @andy_haridan16.
“Ya Allah gak bersyukur, aku aja yang asli indo dan kerja merantau gak punya dispenser gak punya Tv aja diem aja loh pak. Bapak malah dirumah bisa minum teh n kopi panas tuh ada dispenser. Syukuri aja yang penting bisa makan dulu buat tenaga nyari cuan.” tulis komentar akun @mr_bram.aja.***