

inNalar.com – Provinsi Lampung memiliki lokasi yang sangat strategis untuk usaha atau bisnis.
Letak geografis Provinsi Lampung dekat dengan jalur perdagangan internasional.
Oleh sebab itu, beberapa pemilik usaha memilih Lampung sebagai tempat berkembangnya bisnis mereka.
Baca Juga: Terpanjang ke-2 di Lampung! Tol Bakauheni – Terbanggi Besar Keruk Investasi Mencapai Rp16,8 Triliun
Salah satunya adalah PT Great Gian Pineapple (PT GGP) yang berada di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung.
PT Great Giant Pineapple (PT GGP) sendiri merupakan bagian dari Great Giant Foods (GGF) yang berdiri pada tahun 1973.
Pada saat pendiriannya, GGF bukanlah perusahaan besar dengan yang bergerak di berbagai sektor seperti sekarang ini.
Pada tahun 1973, GGF masih berupa Umas Jaya Farm yang bergerak di industri makanan, minuman, dan non-makanan.
Baca Juga: Total Investasinya Rp400 Miliar, Pabrik Biodiesel Pertama di Asia Ternyata Ada di Bandar Lampung
Salah satu produk yang diproduksi oleh Umar Jaya Farm adalah Tepung Tapioka.
Kemudian, pada tahun 1979 didirikanlah PT Great Giant Pineapple (PT GGP) di Lampung.
Pada awal berdirinya, PT Great Giant Pineapple (GGP) hanya bergerak di bidang produksi nanas kaleng dengan kualitas terbaik.
PT GGP memiliki perkebunan yang sangat luas. Luasnya sekitar 32.000 hektar.
Perkebunan yang sangat luas tersebut tentunya tidak hanya ada di satu wilayah.
Perkebunan milik PT GGP tersebar di tiga wilayah berbeda, yaitu Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, dan Kabupaten Tulang Bawang.
Proses panen nanas PT GGP pun cukup menarik.
Para petani hanya perlu mengambil nanas satu per satu lalu menaruh nanas yang sudah mereka panen ke mesin yang ada di depan mereka.
Mesin raksasa yang membantu proses panen ini dapat bergerak secara perlahan sehingga tidak ada nanas yang terlewat.
Selanjutnya, nanas-nanas tersebut akan diproses menjadi produk anggalan PT GGP.
Perusahaan ini mampu memproduksi dan mengekspor nanas kaleng sebanyak 15.000 kontainer setiap tahunnya.
PT GGP melakukan ekspor pertamanya pada tahun 1984 dan hingga sekarang ini sudah mengekspor ke lebih dari enam puluh negara yang berbeda.
Pada tahun 1992, PT GGP melebarkan sayapnya ke pasar buah segar.
Produk PT GGP pun bertambah dan tidak terbatas pada nanas kaleng saja.
Hingga saat ini, PT GGP sudah memproduksi produk nanas kaleng, selai nanas, kubus nanas dalam cangkir, dan konsentrat jus nanas.
Produksinya yang sangat masif, PT GGP bisa dikatakan sebagai pabrik yang ramah lingkungan.
Mengapa? Karena pabrik ini tidak meninggalkan limbah yang berdampak buruk bagi lingkungan.
Limbah dari produksi produk PT GGP diubah menjadi gas metana yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar.
Kemudian, limbah yang berasal dari batang nanas diekstrak enzim bromelin didalamnya dan kemudian dijadikan katalis dalam produksi pupuk organik.
Dengan membudidayakan karyawan sampai dengan 25.000 orang, PT GGP mendapat predikat sebagai perusahaan industri nanas terbesar ketiga di dunia.
Selain nanas, PT GGP ternyata juga mengekspor buah-buahan lain seperti jambu biji dan pisang.
Selain itu, PT GGP juga melakukan pembinaan pada masyarakat sekitar.
Selain menguntungkan perusahaan, pembinaan ini juga memberi manfaat bagi petani di sekitar wilayah PT GGP.
Para petani akan dibina untuk dapat memproduksi hasil panen seperti selai nanas, selai pisang, keripik nanas, dan keripik pisang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi