Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan, Pasar Apung di Banjarmasin Ini Masih Gunakan Sistem Barter?

inNalar.com – Pasar tradisional di Indonesia menyimpan sejarah panjang yang tidak dipunyai oleh pasar-pasar modern.

Pasar tradisional di Banjarmasin ini sudah berdiri sejak zaman Kesultanan Banjar, tentunya semua tradisi dan pengelolahannya juga masih lestari hingga sekarang.

Pasar tradisional di Banjarmasin ini letaknya berada di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), Kecamatan Sungai Tabuk.

Baca Juga: Lahan Kosong Seluas 230 ha di Banda Aceh Diubah Jadi Bandara Internasional Terbaik Dunia! Berapa Biayanya?

Para pedagang di pasar apung ini menggunakan jukung atau perahu untuk memasarkan dagangannya.

Biasanya di pasar tradisional Banjarmasin ini barang dagangan yang dipasarkan adalah hasil produksi pertanian/perkebunan.

Para pedagang di pasar apung ini biasanya hanya memasarkan barang dagangannya selama tiga jam hingga empat jam saja.

Baca Juga: 13 Km dari Manado, Bandara Kelas Internasional di Sulawesi Utara Ini Ternyata Dibangun Jepang, Biayanya…

Pedagang dan petani yang bertransaksi di pasar ini biasanya berasal dari berbagai anakan aliran Sungai Martapura.

Diantaranya ada yang berasal dari anakan Sungai Bakung, Sungai Lenge, Sungai Saka Bunut, Sungai Tanifah, Sungai Lok Baintan, dan beberapa anakan sungai lain di sana.

Bagi para yang ingin bertransaksi di pasar apung Banjarmasin tersebut, pembeli harus menyusuri sungai Martapura dengan kelotok.

Baca Juga: 149 Km dari Bandung, Bandara Megah di Atas 17 Pulau Buatan dan Tanggul Raksasa Siap Dibangun, Kapan Jadinya?

Atau bisa saja, pembeli juga dapat menggunakan kendaraan darat seperti mobil, dan biasanya cara kedua ini harus memakan waktu selama 30 menit lamanya.

Pasar apung yang terletak di aliran Sungai Martapura Banjarmasin ini masih banyak didapati transaksi jenis barter, barang yang ditukarkan dengan barang lainnya.

Pedagang yang banyak ditemui di pasar terapung Banjarmasin ini adalah pedagang perempuan yang memakai tanggul, atau tutup kepala.

Pasar apung tradisional yang dimaksud dari penjelasan di atas adalah Pasar Terapung Lok Baintan, atau pasar terapung Sungai Martapura.

Ya, pasar ini merupakan salah satu pasar apung tradisional yang masih ada penjual pembelinya menggunakan sistem barter.

Menurut informasi yang didapat, di pasar ini uang bukanlah alat transaksi utama untuk bertransaksi di pasar ini.

Aktivitas di pasar terapung Lok Baintan biasanya dimulai sejak pukul enam pagi hingga pukul setengah sepuluh pagi.

Di pasar ini barang dagangan yang sangat mendominasi adalah sayur-sayuran, buah-buahan, serta kue-kue tradisional yang terdiri dari berbagai macam.

Pasar apung tradisional Banjarmasin termasuk ke dalam salah satu pasar tertua di Indonesia***

Rekomendasi