Sudah Ada Sejak Tahun 1700 saat Zaman Belanda, Pasar Unik di Atas Bukit Kalimantan Barat Punya Panorama Indah

inNalar.com – Salah satu pasar di Kalimantaan Barat ini memiliki sisi unik yang berbeda dengan pasar-pasar pada umumnya.

Berada diatas bukit Kalimantan Barat, pasar unik ini berada di Bengkayang, dimana para penjual dan juga pembeli akan dipertemukan di tempat tersebut yang memiliki nama pasar

Selain berbelanja para pembeli maupun pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam yang isladan dan memiliki suasana yang asri.

Baca Juga: 4 Jam dari Palembang, Bandara Internasional di Lampung Ini Adopsi Gaya Futuristik Mewah, Ini Bocoran Biayanya

Berbeda dengan yang lain biasanya lokasi pasar berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau tetapi pasar unik di Kalimantan Barat ini berada di atas bukit. 

Pasar ini memiliki nama Pasar Bukit Capkala yang berada di Kalimantan Barat karena keberadaannya berada di atas Bukit Capakala.

Ketika sedang mengunjungi daerah Bengkayang yang berada di Kalimantan Barat tidak ada salahnya jika berkunjung ke pasar tradisional yang memiliki keunikan dan letaknya berada di atas bukit.

 Baca Juga: Dijuluki Masjid 99 Cahaya, Masjid di Lampung Ini Punya Desain Arsitektur yang Unik, Mirip Seperti Monumen?

Mayoritas penduduk yang berada di sana adalah Suku Dayak , daerah Capkala yang berada di Kalimantan Barat memiliki buah yang sangat terkenal yaitu buah durian.

Buah durian yang berada di daerah Capkala Kalimantan Barat memiliki rasa yang lezat dan dan juga enak, buah durian yang ada di daerah tersebut memiliki ukuran yang besar. 

Rasanya Pun manis dan juga isinya yang banyak membuat duriang yang ada di daerah Capkala Kalimantan Barat menjadi primadona dan terkenal.

Baca Juga: 125 Km dari Surabaya, Bandara Baru di Jatim Ini Dibangun oleh Konglomerat Tanpa Bantuan APBN, Berapa Dananya?

Bahan untuk menuju ke pasar unik yang berada di atas bukit akan disuguhi dengan pemandangan pohon-pohon durian yang tinggi. 

Tidak hanya itu pohon durian yang berada di di daerah Capkala Kalimantan Barat memiliki umur ratusan tahun karena pohon-pohon durian tersebut sudah tertanam secara alami di dalam hutan.

Sehingga usianya mencapai ratusan tahun, daerah tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah sehingga para penduduk mengolahnya menjadi perkebunan.

Pada tahun 1700 daerah Capkala di Kalimantan Barat digunakan sebagai wilayah penambangan ema. 

Sehingga daerah tersebut dijadikan sebagai sentra bisnis dan juga perdaganagan, pada zaman dulu di daera Capakala Klaimanatan Bart tersebut banyak hamparan emas yang berbentuk kerikil dan juga pasir.

Awal penambangan emas sendiri berawal dari Raja Muda Riau Daeng yang berhasil menambang emas atas kerjasamanya dengan tambang china pada zaman kolonial belanda.***

Rekomendasi