

inNalar.com – Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara sudah terkenal sejak zaman penjajahan Belanda mengenai perkebunan tembakau yang memiliki rasa berbeda di dunia.
Bahkan keistimewaan dari tembakau yang ditanam di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara ini sudah terkenal di pasar Eropa.
Tembakau tersebut telah dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara atau biasa disebut dengan PTPN berada di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Tanaman tembakau yang telah dikubur di tanah Sumatera utara tersebut dulunya mendapatkan keuntungan yang sangat banyak saat penjajahan kolonial Belanda, hingga terjadinya perbudakan.
Pengepakan tembakau dilakukan di Kampung Helvetia yang berada di Kecamatan Labuhan Deli, tempat tersebut menjadi saksi bisu adanya kejayaan produksi tembakau yang menguntungkan hingga ke pasar Eropa.
Gedung dan dulunya dijadikan sebagai pabrik tembakau tersebut sudah berusia hingga 100 tahun lamanya berdiri.
Gedung tersebut dulunya dijadikan sebagai tempat penyortiran tembakau yang akan dijual belikan ke pasar lokal maupun mancanegara.
Bahkan di sana juga terdapat bangunan rumah yang dijadikan sebagai tempat Asisten Kepala atau dikenal dengan sebutan Askep.
Tidak hanya itu di kawasan tersebut juga terdapat rumah yang dijadikan sebagai administrasi perkantoran yang dibagi menjadi beberapa lokasi di kawasan tersebut.
Sampai akhirnya gedung yang memiliki sejarah tersebut dibongkar, meskipun sudah tidak ada aktivitas pengepakan tembakau turis mancanegara masih melakukan kunjungan ke tempat tersebut.
Mengingat nama tembakau Deli Serdang sudah terkenal hingga ke mancanegara dan dikenal sampai sekarang, jual beli tembakau di Sumatera Utara sudah ada sejak abad ke-19.
Hingga perkebunan tembakau tersebut dapat meningkatkan perekonomian di Sumatera Utara.
Penduduk yang ada di Deli Serdang saat ini telah memanfaatkan kesuburan lahan digunakan untuk bercocok tanaman seperti padi, cabai dan tembakau.
Melansir dari Pemprov Sumatera Utara, dari adanya hal tersebut juga berdampak baik pada peningkatan perekonomian penduduk yang ada di Deli Serdang Sumatera Utara.
Bahakan saat ini bangunan yang dulunya dijadikan sebagai tempat penyortiran tembakau tersebut banyak dikunjungi untuk uji nyali maupun untuk menginta sejarah dari kerajaan tembakau Deli Serdang.***