Sudah Ada Sejak 1305, Rumah Tertua di Provinsi Lampung ini Tak Lagi Jadi Tempat Wisata, Kenapa?

inNalar.com – Apabila penasaran dengan suasana tahun 1300-an, menelusuri jejak wisata sejarah di desa tertua yang ada di Provinsi Lampung ini bisa jadi ide menarik.

Sebab, desa pelosok yang berada di salah satu sudut Provinsi Lampung ini masih mempertahankan bentuk bangunan pada masa sebelum Penjajah Belanda dan Jepang menghampiri Indonesia.

Menakjubkannya, meski jalanan menuju desa yang berada di Kabupaten Way Kanan Lampung ini bisa dibilang sudah modern dilapisi aspal, tetapi nuansa di dalam lingkungan desa seolah berada di dalam dimensi masa lampau.

Baca Juga: Luasnya 271 Hektar! Danau di Jambi Ini Lokasinya Diapit oleh Dua Gunung, Dulunya Hanya Dimiliki oleh 4 Orang

Potret Kehidupan Desa Gedung Batin

Sejak tahun 1305, kehidupan masyarakat Desa Gedung Batin berkembang di sekitar Sungai Way Besay.

Patokan tahun tersebut diambil dari sebuah nisan yang terukir angkanya dengan nama Siti Fatimah.

Sehingga, para warganya meyakini bahwa sebelum tahun 1305, tandanya sudah ada kehidupan dan bangunan yang tersebar di Desa Gedung Batin.

Baca Juga: Ragam Tradisi Unik Sumatera Selatan yang Terjaga Hingga Sekarang, Ada Ngukus, Ngobeng, Sampai Hajat Batin

Kesehariannya, warga Desa Gedung Batin memanfaatkan jalur Sungai Way Besay untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan dengan rakit bambu tradisionalnya.

Adapun hasil bumi andalan desa tertua di Provinsi Lampung ini adalah lada, cengkeh, kopi, dan karet.

Daya Tarik Bersejarah Desa Gedung Batin

Daya tarik yang paling pertama diburu para wisatawan adalah menjelajah 8 rumah tua yang masih mempertahankan bentuk bangunan aslinya sejak dahulu.

Baca Juga: Asal Muasal Bandung Dijuluki Kota Paris Van Java, Apakah Memang Mirip dengan Paris? Ini Sejarahnya

Adapun rumah tertua di Kabupaten Way Kanan Lampung ini diketahui masih bertahan sejak tahun 1741.

Desain bangunannya berbentuk bangunan rumah panggung berbahan dasar kayu ditambah dengan ornamen jendela berukiran khas rumah adat tradisional Lampung.

Bahkan, di dalam rumah tua tersebut masih dipenuhi dengan benda antik seperti gelas kuno, pedang bersejarah, dan benda-benda bersejarah lainnya yang masih tersimpan rapi di dalam lemari ukiran kaca.

Sayangnya, rumah tertua di Provinsi Lampung ini sempat menjadi destinasi wisata bersejarah, tetapi kini terhenti.

Pasalnya, peminat wisata sejarah masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, sehingga jarang pengunjung yang datang ke lokasi rumah bersejarah ini.

Jika rumah tertua di desa tersebut merujuk pada pembangunannya di tahun 1741, maka berarti usianya sudah mencapai 283.

Sementara apabila keberadaan desa tersebut merujuk pada angka tahun nisan Siti Fatimah, yakni 1305, maka tentu kehidupan desa tersebut sudah berlangsung selama 718 tahun.

Artinya usia desa tersebut jauh lebih tua daripada keberadaan negeri Indonesia. Bahkan, keberadaannya pun bisa disebut juga menjadi cikal bakal Kabupaten Way Kanan.

Perlu ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Pemerintah Provinsi dalam pengembangan potensi wisata sejarah di Desa Gedung Batin yang menyimpan warisan purbakala ini.***

 

Rekomendasi