Sudah 70 Persen! Proyek Smelter PT AMNT di Sumbawa Barat Ditargetkan Miliki 900 Ribu Ton Konsentrat Tembaga

inNalar.com – Proyek pembangunan Smelter PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2024.

Sebelumnya, pembangunan proyek smelter di Sumbawa Barat ini sempat berhenti karena adanya pandemi Covid-19.

Namun, pembangunan smelter kini telah dilanjutkan dan ditargetkan memiliki kapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga.

Baca Juga: Dibebankan 700 Kg! Jembatan Kaca di Sulawesi Selatan Ini Tetap Kokoh Walau Dipijak Patung Tertinggi di Dunia?

Smelter PT AMNT sendiri merupakan proyek yang dibangun mengiringi penegasan terkait pentingnya hilirisasi industri untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Dengan kapasitas mencapai 900 ribu ton tembaga konsentrat, Smelter PT AMNT di Sumbawa Barat bisa memberikan nilai tambah.

Jokowi, Presiden Republik Indonesia telah melakukan peninjauan terhadap proses pembangunan Smelter PT AMNT.

Baca Juga: Dikebut Sejak 2019, Jalan Tol Indralaya-Prabumulih Senilai Rp12,5 T Rampung, Solusi Pangkas Jarak ke Palembang

Peninjauan dilakukan oleh Jokowi pada 20 Juni 2023 didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Kala kunjungan tersebut, progres pembangunan smelter berkapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga ini telah mencapai 51,63%.

Namun, dilansir dari Laman Pemprov NTB, kini progres pembangunan Smelter PT AMNT telah mengalami banyak kemajuan.

Baca Juga: Sah Jadi Timses Prabowo-Gibran, Ridwan Kamil Komandan Tempur yang Ditunjuk Golkar Hadapi Pemilu 2024

Progres pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut telah mencapai persentase 70%.

Nilai investasi untuk proyek besar yang menjadi bagian dari hilirisasi industri ini diperkirakan mencapai Rp 14,7 triliun.

Meskipun sempat mundur akibat pandemi Covid-19, Smelter PT AMNT di Sumbawa Barat kini bangkin dan telah mencapai 70%.

Kehadiran smelter di Sumbawa Barat, bumi Nusa Tenggara Barat ini juga menghadirkan harapan baru bagi Indonesia.

Tidak hanya menjadi nilai tambah yang besar ke dalam negeri berupa ekspor, namun juga dapat membuka lapangan kerja sebanyak mungkin.

Presiden Indonesia, Jokowi juga berharap akan adanya smelter lain yang dapat mengolah mineral mentah di bumi Indonesia.***

 

Rekomendasi