Studi: Peneliti Jepang Temukan Cemaran Mikroplastik di Awan, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?

inNalar.com – Peneliti Jepang ungkap sebuah studi akan adanya mikroplastik yang ditemukan dalam awan.

Mikroplastik tersebut ditemukan dalam sampel kabut yang diambil dari Gunung Fuji dan Gunung Oyama.

Sampel temuan mikroplastik tersebut kemudian dianalisis dengan teknik pencitraan untuk mengetahui dampaknya bagi kesehatan.

Baca Juga: 12 Tanda Tubuh Bermasalah Kata dr Zaidul Akbar, Begini Cara Detoks Paling Ampuh Agar Kesehatan Terjaga

Hasil pencitraan tersebut menunjukkan ada sekitar sembilan jenis polimer yang berbeda serta satu jenis karet dalam mikroplastik tersebut.

Dampak buruk dari mikroplastik ini ketika berada di atas atmosfer dan terkena radiasi matahari, dapat berdampak buruk pada perubahan iklim dan produksi gas rumah kaca.

Sang peneliti asal Jepang, Hiroshi Okochi, menjelaskan lebih lanjut dalam jurnal Environmental Chemistry Letters.

Baca Juga: Kaya Antioksidan! dr Zaidul Akbar Jelaskan Manfaat Minum Kopi Setiap Hari, Begini Porsi Sehat Tiap Cangkirnya

Jika polusi udara mikroplastik tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada lingkungan.

Dampak tersebut diantaranya adalah perubahan iklim, resiko ekologis, kerusakan lingkungan serius yang tak tertangani di masa depan.

Lalu bagaimana mikroplastik tersebut ada dalam awan?

Baca Juga: Sedot Rp1,2 Triliun, Pembangunan Bandara di Papua Butuh Fasilitas Pendukung, Bagaimana Akses Jalan ke Sana?

Peneliti Jepang menggambarkan ada kemungkinan mikroplastik tersebut terbawa ke awan saat terjadinya proses pembentukan awan di laut.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, polusi mikroplastik yang tak segera ditangani juga berimbas buruk pada kesehatan.

Polusi mikroplastik yang tertelan bahkan terhirup oleh manusia dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung paru-paru hingga kanker.

Kasus temuan mikroplastik tersebut merupakan bukti sampah plastik sudah menjadi polusi dan sangat berbahaya untuk kesehatan manusia.

Terakhir, peneliti Jepang menyebutkan jika studi tentang penanganan mikroplastik ini masih masih sangat terbatas.

Sehingga mekanisme penanganannya masih belum jelas dan optimal.***

 

Rekomendasi