

Innalar.com – Penyakit manusia itu terdiri dari beraneka ragam. Penyakit pikiran menjadi salah satu faktor kata Gus Iqdam.
Gus Iqdam menjelaskan, bahwa orang tidak tentram dalam hidupnya bisa jadi pernah melakukan kesalahan yang sampai saat ini masih diingat oleh yang bersangkutan.
Penyakit pikiran juga sering menyerang orang tua bahkan pemuda pun dapat terkena gangguan ini jelas Gus Iqdam.
Baca Juga: Sangat Langka! Inilah Fakta Unik yang Hanya Terjadi di Kota Batam Kepulauan Riau, Bisa Tebak Apa?
Dilansir dari Youtube Sabilu_Taubah, akibat dari penyakit pikiran ini bisa fatal dalam berkehidupan menurut Gus Iqdam.
Karena waktunya dihabiskan untuk berpikir hal yang tidak bermanfaat.
Penyakit pikiran ini dapat disebabkan karena kita pernah melakukan kesalahan yang tidak disengaja pada waktu sebelumnya kata Gus Iqdam.
“Bisa jadi hal tersebut mendapat karma karena telah menyakiti atau bahkan membuat salah tanpa disengaja kepada orang lain” terang Gus Iqdam.
Konsep karma ini berlaku di kehidupan sehari-hari kita. Bahkan dapat menganggu ketentraman dan kenyamanan hidup menurut Gus Iqdam.
Gus Iqdam menyarankan kepada orang-orang tersebut untuk silaturahim dan meminta maaf kepada yang bersangkutan agar terbebas dari penyakit fikiran.
“Insyaallah untuk memutuskan karma buruk itu tadi adalah dengan bersilaturahim kepada yang bersangkutan untuk meminta maaf” tutur Gus Iqdam.
Silaturahim menjadi salah satu obat penyambung hidup manusia untuk berumur panjang dan terbebas dari penyakit pikiran.
Serta menghilangkan penyakit pikiran yang diderita apabila pernah melakukan salah tanpa disengaja kepada yang bersangkutan.
Secepat mungkin untuk bersilaturahim dan meminta maaf agar orang bersangkutan juga merasa senang karena kedatangan tamu.
“Namun silaturahim itu tidak cukup dengan mengunjungi rumahnya, namun di hati kita juga harus benar-benar menanamkan rasa kasih sayang terhadap orang yang kita kunjungi” tegas Gus Iqdam.
“Jangan sampai hanya sekedar datang dengan kebutuhan yang kita miliki, tanpa menghadirkan hati kita kepada yang bersangkutan, yang penting ketemu, yang penting foto, bukan itu yang dinamakan silaturahim” tambah Gus Iqdam.
Silaturahim juga harus menghadirkan hati kita agar terhindar dari penyakit pikiran tadi.
Teruntuk orang yang silaturahim, juga harus memiliki adab ketika bertamu ke rumah seseorang.
“Apabila datang silaturahim ke rumah seseorang, adab tamu adalah menerima apa yang disuguhkan Itu untuk menghormati tuan rumah yang sudah bersusah payah menyediakannya” ucap Gus Iqdam.
“Apalagi merasa jijik dengan hidangan yang diberikan, jangan sampai berpikiran seperti itu. Terlebih ketika datang ke rumah seseorang yang alim, atau kyai. Cukup diniati ngalap barokah” ujar Gus Iqdam.
“Jadi yang silaturahim menghormati yang punya rumah dengan menerima dan memakan hidangan yang disuguhkan. Yang punya rumah juga harus ikhlas dalam memberikan kepada tamu” jelas Gus Iqdam.
“Karena tamu itu membawa malaikat Rohmat. Apabila rumah sering didatangi oleh tamu Insyaallah malaikat juga sering datang ke rumah tersebut” pungkas Gus Iqdam.***