

inNalar.com – Overthinking seringkali menghinggapi pikiran, meski terkadang perasaan cemas berlebih dapat membantu Anda mengatur ekspektasi tetapi percayalah bahwa sebagian besar kekhawatiran tersebut tidak terbukti.
Pernyataan mengenai kekhawatiran yang secara spesifik persentase 85 persen tidak terbukti tersebut bukanlah sekadar rangkaian kata penghibur belaka sebab penelitian lah yang telah berhasil mengungkapnya.
Bahkan sebuah penelitian psikologi terbaru yang dilakukan pada tahun 2019 silam menambah keyakinan bahwa overthinking atau kecemasan berlebih yang ada di dalam pikiran seseorang akan berakhir tidak terjadi apa-apa peluangnya dapat lebih dari 85 persen.
Baca Juga: Didanai APBN Rp250 Miliar, Kemenkeu Bangun Rusun Untuk ASN dan Mahasiswa STAN di Jakarta
Sangat bisa dipahami bahwa terkadang pikiran negatif dapat menghampiri Anda tanpa diduga dan kapan saja.
Namun dengan mengetahui bahwa studi terbaru ini cukup akurat, diharapkan hasil penelitian ini mampu membantu Anda mulai mengendalikan imajinasi buruk yang pada akhirnya rentan membuat diri menjadi semakin stres.
Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa 85 persen dari apa saja yang menjadi kekhawatiran kita nyatanya tidak terbukti.
Baca Juga: Kabupaten di Kalimantan Timur Ini Tolak Ajakan Gabung dengan Kalimantan Utara, Ini Alasannya
Artinya, hanya 15 persen saja peluang pikiran negatif atau kekhawatiran yang seringkali ada dalam imajinasi seseorang menjadi kenyataan.
Kendati bentuk overthinking masih mungkin terjadi, kenyataannya 79 persen dari mereka yang menghadapi realita pahit tak terhindarkan dapat mengatasi kesulitannya dengan sangat baik.
“Dengan 15 persen yang benar-benar terjadi, 79 persen subjek menemukan bahwa mereka dapat menangani kesulitan lebih baik dari yang diharapkan,” sebagaimana dikutip dari Huffpost.
Baca Juga: Penelitian: Pria Lebih Rentan Gagal Move On saat Patah Hati daripada Wanita, Durasi Stres Ekstrem
Lebih lanjut, mereka yang akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit dan mampu bertahan melalui badai kehidupan berakhir menjadikan momen kesulitannya sebagai pelajaran berharga yang tidak akan terlupakan.
Apabila pernyataan tersebut belum mampu membuat Anda percaya atau masih belum dapat keluar dalam jebakan overthinking tersebut, cobalah simak hasil riset Lucas S. La Freniere dan Michelle G. Newman.
Penelitian berjudul “Exposing Worry’s Deceit: Percentage of Untrue Worries in Generalized Anxiety Disorder Treatment” yang dipublikasikan dalam Behaviour Theory pada 17 Juli 2019 bahkan mengungkap persentase kekhawatiran yang tidak terbukti bisa menembus batas 85 persen.
Penelitian yang amat berguna bagi mereka yang suka overthinking ini dapat diungkap setelah pihaknya dua kelompok responden yang statusnya mengidap Generalized Anxiety Disorder atau dalam bahasa kita, namanya Gangguan Kecemasan Umum.
Hasilnya, pada kelompok pertama yang terdiri dari 29 peserta setidaknya 67,9% dari kekhawatiran mereka berakhir tidak terbukti dilihat dalam kurun waktu dua pekan.
Sementara untuk kelompok kedua yang terdiri dari 17 peserta, 85% dari kekhawatiran mereka berakhir tidak terbukti menjadi kenyataan.
Baca Juga: Belum Penuhi Syarat, Daerah di Kabupaten Bulungan Getol Ingin Jadi Kota Mandiri di Kalimantan Utara
“85% kekhawatiran dinilai telah berubah menjadi better than expected,” dikutip langsung dari penelitian Freniere dan Newman (2019).
Better than expected artinya realita tidak seburuk apa yang mereka cemaskan di awal.
Sebagai informasi singkat, responden penelitian mencakup 26 wanita dan 3 pria di atas usia 18 tahun.
Dalam uji coba klinis tersebut, diketahui rata-rata 91,4% kekhawatiran berakhir tidak terbukti terjadi sebagaimana yang dicemaskan.
“Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata 91,4% kekhawatiran tidak terbukti benar,” dikutip dari studi tersebut dalam bab diskusinya.
Lantas, bagaimana cara menghentikan overthinking agar hari kita tetap dihiasi dengan perasaan bahagia yang positif?
Ide yang buruk jika Anda harus membunuh pikiran khawatir yang seringkali tidak bisa dikontrol oleh diri sendiri.
Namun ada satu cara yang dapat dilakukan, yaitu mulailah untuk menuliskan segala isi pikiran negatif yang cenderung membuat diri menjadi pesimis.
Jangan lupa, tulis pula isi pikiran positifmu yang seringkali membuatmu merasa optimis di lain waktu. Hal ini dilakukan untuk menolong pikiranmu setiap kali overthinking menghinggapi otak Anda.
Cara selanjutnya adalah dengan berolahraga agar hormon stres dapat berkurang dan meredakan kepala yang menegang.
Bagaimana pun penting untuk diketahui, segala proses menghilangkan overthinking atau kekhawatiran berlebih membutuhkan waktu, tidak instan.
Teruslah berupaya untuk membuat tubuh dan pikiran Anda tetap sehat. Bangun optimisme setiapkali pesimisme menyerang di saat yang tidak terduga.
Berkonsultasi dengan ahlinya menjadi salah satu saran yang dipandang amat baik guna mengarahkan proses penyembuhannya dengan benar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi