

inNalar.com – Apakah kamu bisa membayangkan belajar di sekolah internasional Swiss sambil mendaki gunung di berbagai benua?
Sekolah internasional berkonsep asrama di Swiss ini menawarkan program pembelajaran yang cukup unik.
Tidak heran jika biaya sekolah mewahnya Swiss ini sangat fantastis, fasilitas belajar siswa tidak hanya berfokus di ruang kelas.
Berbagai aktivitas outdoor bisa dieksplorasi para siswa untuk membangkitkan inspirasi dan kreativitas para muridnya.
Sistem pembelajaran yang diikuti oleh sekolah ini menggunakan kuriulum dua bahasa, yaitu Inggris dan Perancis.
Sejauh ini pencapaian akademik yang terlihat dari rerata skor hasil ujian IB para murid adalah 34 alias berpredikat ‘good’.
Hal yang paling seru bagi siswa saat belajar di sekolah ini bukan hanya kehidupan asrama dengan fasilitas terelitnya.
Namun ada program pembelajaran yang sangat unik dan diterapkan oleh sekolah internasional Swiss ini, apa itu?
Program pembelajaran outdoor. Yaitu, siswa diajari cara mendaki gunung tidak hanya Pegunungan Alpen saja.
Setiap tahunnya, para siswa sekolah internasional di Swiss ini diajak untuk mendaki gunung.
Jadi para murid diajak para gurunya untuk mendaki Gunung tertinggi di Benua Afrika yang berada di Tanzania.
Gunung tertinggi di Benua Afrika setinggi 5.895 meter itu adalah Kilimanjaro.
Pada tahun selanjutnya, siswa akan kembali diajak mendaki Gunung Cotopaxi setinggi 5911 meter yang berada di Ekuador.
“Setiap tahun, ekspedisi pendakian yang mengubah kehidupan – termasuk ke Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Cotopaxi di Ekuador – mengajarkan siswa kami tentang ketahanan dan tekad,” dikutip inNalar.com dari situs resmi sekolahnya.
Jadi semester pertama, siswa sekolah internasional Swiss ini akan mulai mendaki dataran tinggi bersalju Alpen.
Pada semester kedua, akan ada trip selama sehari yang dikhususkan bagi para siswa untuk belajar skill memanjat es hingga berseluncur ski.
Program outdoor mereka tidak hanya berpetualang di pegunungan saja. Keterampilan survival mereka diasah dengan sederetan tantangan berikut.
Nah, barulah di semester ketiga para siswa belajar diajak bersepeda, mendayung kano, menyusuri sungai, hingga berlayar.
Biasanya kegiatan tersebut masuk dalam agenda kemah semalam mereka, seru bukan?
Sekolah internasional ini adalah College Beau Soleil, terletak di Desa Villars gudangnya pabrik Coklat terenak di Swiss.
Beau Soleil tidak hanya menyenangkan para siswa dengan eksplorasi alamnya, siswa yang senang dengan hal-hal berseni pun mendapatkan dukungan penuh sekolah ini.
Sebagai informasi, sekolah internasional ini berkolaborasi dengan the Juilliard School agar para siswa mereka bisa mempelajari seni tari, drama, hingga musik dengan pendekatan pembelajaran yang emnyenangkan.
Bagi siswa yang senang dengan pelajaran sains, Beau Soleil pun berkolaborasi dengan Massachusettes Institute of Technology (MIT) untuk memfasilitasi para siswa bereksperimen hingga menemukan inovasi baru.
Tidak ketinggalan sekolah elitnya Swiss ini bekerja sama juga dengan UNICEF untuk memberi ruang para pelajar belajar bagaimana melakukan penelitian.
Selain itu, kolaborasi tersebut juga dimaksudkan agar siswa dapat mencari solusi permasalahan global, hingga berlatih untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam sebuah forum.
Sebagai informasi tambahan, biaya sekolah berkonsep asrama ini setiap tahunnya mencapai Rp2,3 miliar. Tidak heran ya jika fasilitas murid pun sangat mewah dan lengkap.***