

inNalar.com – Polda Metro Jaya melakukan bedah CCTV yang terkait dengan kasus pemukulan menimpa dosen komunikasi UI Ade Armando yang terjadi di tengah-tengah demo mahasiswa 11 April 2022 lalu.
Ade Armando dikeroyok sejumlah massa hingga babak belur sampai berdarah-darah, hingga nyaris ditelanjangi dan hanya tertinggal celana dalamnya saja. Dirinya kemudian diselamatkan oleh aparat keamanan yang ada.
Sebelum demo mahasiswa pada 11 April 2022 sebenarnya Ade Armando sempat mengatakan pendapatnya, yang bertanya apakah mahasiswa kuat melakukan aksi di saat berpuasa Ramadhan 2022?.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Kuat yang Membuat Tsamara Amany Hengkang dari PSI Kepemimpinan Giring Ganesha
Ketika dosen komunikasi UI itu muncul di tengah-tengah mahasiswa banyak orang terkaget-kaget, dirinya mengaku ingin meliput demo tersebut dan menyatakan ada pendapat yang masuk dalam tuntutan aksi sesuai dengannya.
Rupanya tidak berselang lama setelah Ade Armando muncul di tengah aksi massa, dirinya langsung mendapat serangan pemukulan dan pengeroyokan tersebut oleh orang-orang tak dikenal hingga tersungkur.
Setelah peristiwa itu terjadi, penyelidikan kasus kekerasan terhadap dosen sekaligus pegiat media sosial itu masih terus berlanjut, dari pelaku yang teridentifikasi identitasnya tidak ada satupun dari kalangan mahasiswa.
Baca Juga: Jokowi Hadiri Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ini Pesannya
Setelah dilakukan bedah CCTV oleh Polda Metro Jaya hasilnya mengejutkan, yaitu menunjukkan ada sosok misterius yang mengenakan topi berwarna hitam dan belum diketahui identitasnya hingga saat ini.
Dikutip inNalar.com dari artikel Jogja Intens berjudul “Hasil Bedah CCTV oleh Polda Metro Jaya, Ada Sosok Misterius bertopi Hitam Ikut Pukul Ade Armando” pada Senin, 18 April 2022 Kabid Humas Polda Metro Jaya menerangkan.
“Kemarin kan dia dengan menggunakan (terlihat) topi, teridentifikasi sebagai Abdul Manaf. Tapi setelah didatangi orang Abdul Manaf itu, bukan sosok orang yang di lokasi demonstrasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Senin 18 April 2022.
Baca Juga: Zakat Fitrah: Bacaan Niat untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Lengkap dengan Tata Caranya
Menurut Zulpan pihaknya masih terus melakukan penelusuran dan pengejaran. Petugas juga telah mengantongi alat bukti berupa video CCTV dan rekaman amatir warga.
“Ini masih didalami penyidik di lapangan masih dikejar lah. Kan ada CCTV, rekaman video, macam-macam. Tim terus bergerak lah,” kata Zulpan.
Sebelumnya polisi telah menangkap enam pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dosen Universitas Indonesia tersebut.
Mereka adalah Komarudin, M Bagja, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Alfikri Hidayatullah.
“Terhadap mereka yang sudah ditangkap, kami periksa dan mereka ditetapkan sebagai tersangka aksi kekerasan ini,” ujar Zulpan.***(Tim Jogja Intens 01
/Jogja Intens)