Soekarno Juluki Presiden Soeharto: ‘Koppig’ Keras Kepala, Tak Ada yang Berani Meramalkan Keruntuhannya?

inNalar.com – Meskipun akhir menuju keruntuhan Soeharto tak ada yang berani Meramalkan Keruntuhannya.

Meskipun telah tersiar desas-desus mengenai rencana kemunduran Soeharto sebagai presiden.

Tidak ada satupun pihak yang berani membuat spekulasi alasan mundurnya presiden Soeharto.

Baca Juga: Ngakak! Ternyata Jawa Timur Punya Nama Desa yang Unik dan Lucu, Nomor 3 Menjurus ke Kelamin Wanita?

Berbagai pihak tidak berani menebak arah pikiran presiden yang terkenal dengan ahli mengatur strategi tersebut.

Berbagai masalah datang pada akhir pemerintahan Soeharto yang dimulai dari krisis ekonomi hingga berakhir pada krisis politik.

Selain itu politik yang blunder pada masa akhir jabatannya menimbulkan aksi demonstrasi dari berbagai daerah.

Baca Juga: Merinding! Uniknya 4 Nama Desa di Jawa Timur Ini, Nomor Empat Sering Muncul Hantu Sampai Dinamai Kampung…

Hingga terjadi tragedi berdarah, tewasnya 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti di masa Soeharto.

Sehingga dari kejadian-kejadian tersebut seharusnya tidak ada keraguan lagi untuk meramalkan keuntungan Orde Baru.

Akan tetapi, Presiden Soeharto yang merupakan sosok yang keras dan pantang menyerah sehingga mustahil jika mundur karena desakan pihak lain.

Baca Juga: Siasat Licik Soeharto Lengserkan Soekarno Melalui Supersemar, Sebuah Dalih Keamanan Negara

Orang terdekat yang mengenalnya meyakini bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dari kursi presiden hanya karena desakan pihak lain.

Akan tetapi, presiden Soeharto jadi presiden terlama tersebut hanya bisa mengundurkan dirinya karena dirinya sendiri.

Kekerasan hati Soeharto yang bukan menjadi rahasia lagi, bahkan Presiden RI, Soekarno saja dikabarkan menjulukinya Koppig’.

Istilah tersebut digunakan Soekarno untuk menggambarkan sosoknya yang keras kepala.

Kekerasan kepala presiden ke-2 Indonesia itu divalidasi oleh Abdul Gafur, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya.

Iya mengatakan bahwa tak ada satupun fraksi yang bisa memaksa Presiden Soeharto untuk naik maupun turun.

Informasi tersebut diperoleh dari buku “Biografi Daripada Soeharto” yang merupakan karya dari A. Yogaswara.

Perilaku Soeharto selama menjabat sebagai presiden seakan menegaskan kembali kekerasan hatinya.

Bahkan kekerasan hati dan kepala Soeharto tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi hingga ke Australia.

Sosok keras pemimpin Orde Baru itu yang memperoleh julukan “Bapak Pembangunan” Oleh R.E Elson, yang merupakan professor University of Queensland Australia.

Sosok Soeharto dianggap sebagai orang yang keras kepala dan tidak mengenal kata ampun.

Meskipun begitu, presiden terlama Indonesia itu memiliki penampilan yang ramah dan sering senyum.

Ternyata Soeharto menyimpan kekerasan Pada sikapnya, bahkan ia tidak segan-segan menyingkirkan musuhnya untuk selamanya.

Sehingga dengan karakter kuat dan keras, sehingga tidak ada satupun pihak yang berani Meramalkan kejatuhan Soeharto.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]