Soeharto ‘Blusukan’ Hingga Menyamar Jadi Rakyat Jelata Tanpa Awak Media, Bupati Setempat Sampai Tidak Sadar?

inNalar.com – Soeharto, merupakan sosok presiden yang keras kepala dengan kehendaknya sendiri dan suka menantang.

Sejarah mengisahkan, kemunduran Soeharto sampai dinanti-nanti banyak masyarakat.

Berbagai peristiwa kelam terjadi dan memaksa Soeharto untuk ‘jatuh dari kursi kekuasaannya’.

Baca Juga: Soeharto Hadiahkan Pesawat ‘Gatot Kaca’ Saat HUT RI ke-50, Gandeng BJ Habibie Sebagai Kepercayaan?

Krisis moneter pada zaman Soeharto juga merupakan problem terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Namun, meski begitu, bagi sebagian orang, sosok Soeharto adalah presiden yang mampu memuliakan rakyatnya.

Ia sering ‘blusukan’ dan menyamar menjadi rakyat biasa untuk mengakrabkan diri dengan rakyat, sekaligus meneliti permasalahan mereka.

Baca Juga: Soeharto Ungkap GDP Dunia Tahun 1994: USD27 Triliun Dikuasai Asing, Kita Harus Lakukan Pembangunan

Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Soeharto Channel, berikut kisahnya.

Soeharto sering blusukan dan menyamarkan dirinya ke berbagai pelosok desa di Indonesia.

Ia bahkan tidak segan dan tidak ragu untuk menginap di masjid, rumah warga, bahkan warung.

Baca Juga: Bangun PLTS Berkapasitas 50 MW, IKN Kalimantan Timur Gunakan Sumber Listrik dari Energi Terbarukan

Selama berpura-pura menjadi rakyat jelata, Soeharto diketahui tidak pernah sama sekali turut membawa awak media atau wartawan.

Ia juga diketahui tidak pernah membawa pasukan pengawal khusus presiden, pejabat, atau protokoler lainnya.

Soeharto menyebut agenda blusukan ke pelosok desa ini dengan istilah misi incognito.

Tujuannya melakukan ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menjadi mata dan telinga rakyat Indonesia.

Soeharto ingin menyaksikan dan mendengarkan keluhan langsung dari rakyat, bukan hanya berdasar laporan dari pejabat daerah saja.

Ia melancarkan aksinya dengan penuh persiapan dan kesempurnaan, sehingga pemerintah setempat tidak mengetahui kedatangannya.

Hal ini tentu membuat para pejabat yang memberikan laporan dengan hasil asal-asalan ketar-ketir dan berkeringat dingin.

Siapapun yang memberikan laporan dengan hasil yang tidak sesuai, pasti akan berurusan dengan Soeharto.

inNalar.com mengutip beberapa komentar warganet dari video lain yang diunggah oleh akun Soeharto Channel tentang gambar kenangan blusukan pak Harto.

Video berdurasi 10 menit 47 detik tersebut menayangkan sejumlah gambar kenangan blusukan Soeharto di masa lalu.

Diiringi lagu Gugur Bunga, video tersebut mengundang komentar warganet, salah satunya oleh akun @mugitogito7852.

“Rasanya hatiku teriris kalau ingat pemerintahan jaman Soeharto, betapa negara ini damai tentram, Indonesia sangat wibawa,” tulisnya.

Ia kemudian melanjutkan dengan doa, “Semoga amal ibadah pak Soeharto diterima oleh Allah, Amin Ya Robbal Alamin,”.

Ada juga komentar lain dari akun @umarmujadid9765:

“Sekarang saya hidup di tengah para petani, baru saya bisa merasakan betapa hebatnya beliau dalam mengayomi dan memuliakan petani,” tulisnya.

Warganet tersebut mengungkap, sikap Soeharto dalam menghadapi masyarakat secara langsung, khususnya para petani sangat mengesankan. ***

 

Rekomendasi