Soeharto Bermuka Dua, Katanya Korupsi Harus Dilenyapkan, Nyatanya Ia Malah Lindungi Keluarga Cendana Sampai…

inNalar.com – Kasus keluarga Cendana begitu menarik perhatian baik di dalam maupun di luar negeri.

Para mahasiswa yang menegur Soeharto dengan unjuk rasa, malah dituding telah dijadikan senjata oleh kelompok tertentu dengan alasan politik.

Soeharto bermuka dua. Katanya korupsi harus diberantas dari negara ini. Tapi, ia malah melindungi keluarganya sendiri sampai merelakan apapun.

Baca Juga: Deretan Bisnis Fantastis Keluarga Cendana, Anak Soeharto Pegang Berbagai Saham, Terdapat Nasehat Yaitu….

inNalar.com melansir dari buku berjudul Biografi daripada Soeharto yang ditulis oleh A. Yogaswara, keluarga Cendana ngelunjak.

Sang presiden kala itu, dikenal loyal terhadap kerabat dan kawannya sendiri, meski bertentangan dengan aturan negara.

Hal inilah yang menyebabkan beberapa rekan dan kerabat memanfaatkan kekuasaan Soeharto demi meraup keuntungan duniawi.

Baca Juga: Keluarga Cendana Soeharto: Berawal dari Bisnis Keluarga hingga Jadi Kerajaan, Ada Sosok yang Disingkirkan?

Probosutedjo, Sudwikatmono, Bob Hasan, Liem Sioe Liong, William Soeryadjaya, Sofjan Wawandi, dan Prajogo Pangestu adalah orang-orang yang sengaja memanfaatkan kekuasaan tersebut.

Sikap loyal yang mungkin menurut Soeharto merupakan cara untuk mengeratkan hubungan kekeluargaan atau apapun itu, telah menimbulkan hal buruk.

Para rekan dan kerabat yang diberi kelonggaran, kepercayaan, dan jaminan, lama-lama ngelunjak dan menginginkan lebih.

Baca Juga: Menguak Kekuatan Bisnis Cendana pada Era Orde Baru Kepemimpinan Soeharto, Terlibat Sindikat Impor Mobil Mewah?

Bermula dari kekuasaan yang tak terkontrol, lambat laun sikap arogansi tersebut mendorong mereka untuk melakukan korupsi.

Bangkrutnya Pertamina dan kasus Bulog menjadi bukti nyata dari dampak loyalitas ‘pilih-pilih’ Soeharto.

Kasus korupsi keluarga Cendana juga terungkap menjadi bukti, tapi malah ditutupi, tak terkecuali apa yang dilakukan istrinya sendiri.

Pada tahun 70-an, Ibu Tien sudah dirumorkan terlibat skandal bisnis yang mengarah pada korupsi.

Tahun 1971, perilaku Ibu Tien berhasil dibuktikan dan dibongkar oleh seorang kepala polisi, Hugeng Imam Santoso.

Lagi-lagi Soeharto membela dan melindunginya. Tak lama setelah itu, kepala polisi Hoegeng dicopot dari jabatannya.

Baca Juga: Jadi Cukong Soeharto, Begini Manisnya Gurita Bisnis Taipan Terkaya se-Asia Tenggara di Bawah Kuasa Jenderal

Anaknya, Tommy Soeharto dan Sigit Harjojudanto, gigih berbisnis dan melakukan lobi agar bisa menguasai kegiatan bisnis BUMN.

Bambang Tri, ingin mendirikan stasiun televisi Rajawali Citra Televisi Indonesia atau RCTI, dan dengan mudahnya sang ayah mencabut larangan televisi komersial.

Dugaan korupsi juga tercium dari anak perempuannya, Tutut. Ia menyusul mendirikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) dan menggunakan fasilitas TVRI secara gratis.

Sejak kasus Pertamina terjadi, Soeharto di hadapan rakyat seolah tegas memberantas kasus korupsi yang terjadi.

Ia sampai kehilangan kepercayaan kepada kawannya, Ali Moertopo, yang juga turut terlibat mencairkan dana gelap.

Ali Moertopo diberi jabatan yang lebih ringan sebelum menjadi buangan. Benny Moerdani kemudian muncul sebagai pengganti.

Kedekatannya dengan Soeharto meredup kala ia menegur dirinya agar tegas terhadap anak-anaknya sendiri.

Sudah bukan rahasia lagi, perilaku keluarga Cendana begitu mencolok. Tak lama setelah itu, Soeharto beraksi.

Ia juga menyingkirkan Benny, ditambah, para pejabat menyebut Benny memiliki potensi kuat yang layak menjadi presiden.

Begitulah Soeharto. Ia bermuka dua, di depan rakyat seolah tegas memberantas korupsi, namun ia membiarkan keluarganya sendiri melakukan hal yang sama. ***

 

Rekomendasi