

inNalar.com – Tuduhan mengenai dugaan aliran sesat yang ditujukan kepada pihak Ponpes Al Zaytun masih menjadi perbincangan publik hinga kini.
Setelah disorot dengan deretan tuduhan mengenai dugaan ajaran sesat yang ditujukan pada Ponpes Al Zaytun, kali ini soal pelaksanaan sholat ‘Id.
Perbincangan tentang pelaksanaan sholat ‘Id yang diduga diselenggarakan oleh pihak Ponpes Al Zaytun bermula pada sebuah unggahan Instagram dengan nama akun @kepanitiaanalzaytun.
Baca Juga: Panji Gumilang Diduga Ajarkan Modus Doktrin Kafirkan Pemerintah Indonesia di Ponpes Al Zaytun
Beredar foto yang diunggah oleh akun Instagram @kepanitiaanalzaytun pada Bulan April lalu dengan caption Kegiatan Perayaan Ied Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia.
Seketika, unggahan foto tersebut mengundang lebih dari 4 ribu komentar dari warga net. Pasalnya, dalam foto tersebut terlihat terdapat sekumpulan pria dan wanita muslim sejajar dalam deretan barisan terlihat sedang melaksanakan sholat ‘id.
Selain nampak wanita sejajar dengan laki-laki dalam deretan sholat ‘Id, terlihat pula deretan barisannya pun nampak sangat renggang atau berjauhan antara satu jamaah dengan jamaah lainnya.
Baca Juga: Ribuan Data Pribadi Para Guru Ponpes Al Zaytun Diduga Bocor, Banyak Non PNS yang Tergabung
Menanggapi kehebohan unggahan tersebut, alumni Ponpes Al Zaytun pun buka suara.
Dalam unggahan video TikTok dengan nama akun @azil_bloger_24, terlihat alumni Ponpes Al Zaytun memberikan pembelaan sebagai respon atas beredarnya unggahan foto yang dinilai kontroversial bagi publik tersebut.
Berdasarkan penuturan dari salah satu alumninya, ia menyarankan publik, melalui sebuah unggahan video, untuk tidak terlalu cepat menghakimi bahwa pesantren itu sesat.
Baca Juga: Administrasi di Ponpes Al Zaytun Wajib Pakai Dolar, Panji Gumilang Diduga Raup Keuntungan Fantastis
Lebih lanjut, ia pun menyarankan agar publik tidak cepat menghakimi bahwa ajaran di sebuah pesantren itu sesat.
Alumni tersebut pun juga ikut menanggapi unggahan foto pelaksanaan sholat ‘Id yang dianggap publik sebagai salah satu bentuk kesesatan itu.
Menurut alumni Ponpes Al Zaytun, pesantrennya memberikan ajaran yang universal. Artinya, nilai yang diajarkan tidak bertumpu pada satu organisasi, imbuhnya.
Menurutnya, para santri Ponpes Al Zaytun dipersilakan untuk mengamalkan ajaran NU atau pun Muhammadiyah di pesantren tersebut.
“Nah kalau misalkan ada yang ngomong pesantren ini sesat, mungkin kalau pesantren ini sesat, mungkin sudah diberhentikan sejak dulu-dulu, ya…”, ujar alumni santriwati Ponpes Al Zaytun melalui unggahan video Tiktok milik akun @azil_bloger_24.
Hingga berita ini ditayangkan, video berisi pembelaan alumni Ponpes Al Zaytun ini telah dibanjiri oleh 1.239 komentar netizen dan telah dibagikan sebanyak 1.081 kali. ***