Smelter Makin Banyak, Harga Nikel Justru Turun 32,45 Persen sejak Januari 2023, Sekarang di Harga Berapa?

inNalar.com – Jumlah smelter nikel di RI dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat.

Sayangnya, peningkatan jumlah smelter ini tidak dibarengi dengan kenaikan harga mineral tersebut.

Berkebalikan dengan peningkatan jumlah smelter, harga nikel justru terus anjlok sampai 32,45% sejak Januari 2023 sampai November 2023.

Baca Juga: Mau ke Luar Negeri? KUR TKI BRI Siap Beri Uang Saku sampai Rp25 Juta untuk Tenaga Kerja dengan Syarat…

Sebelumnya, perlu diketahui jika jumlah tempat peleburan jenis mineral ini per Oktober 2023 lalu adalah 116 peleburan.

116 smelter bijih mineral tersebut berada di berbagai lokasi tempat penambangan, sebagai contohnya adalah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara dengan cadangan serta produksi bijih mineral yang berguna dalam industri baterai ini terbanyak di dunia.

Baca Juga: Dukung Perkembangan Bisnis Digital, Program dan Fitur Shopee Berikan Dampak Positif Nyata Bagi Brand Lokal & UMKM

Cadangan mineral jenis ini di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 5,24 miliar ton dengan sumber daya bijih mineral mencapai 17.68 miliar ton.

Dari seluruh total tersebut, tiga provinsi di atas memiliki cadangan nikel lebih banyak dibanding provinsi lainnya, yakni 1,86 miliar wmt di Sulawesi Tenggara, 870 wmt di Sulawesi Tengah, dan 40 miliar wmt di Maluku Utara.

Sayangnya, meski jumlah peleburan mineral jenis ini semakin banyak, nilai dari mineral satu ini justru terus terjun setiap bulannya.

Baca Juga: Kekayaannya Capai Rp124,9 Triliun, Cita-Cita Kolongmerat Idaman Bill Gates Ini Malah Pengin Miskin

Dilansir dari minerba.esdm.go.id, nilai daripada mineral ini pada awal Januari 2023 lalu adalah 27.482,62 USD per dry metric ton (dmt).

Nilai jual mineral ini sempat mengalami kenaikan pada bulan Februari 2023 sebesar 961,88 USD dan nilai jualnya menjadi 28.444,5 USD per dry metric ton (dmt).

Akan tetapi, kenaikan harga nikel ini tidak dapat bertahan sampai bulan setelahnya, yakni bulan Maret 2023, karena mengalami penurunan sampai 27.860 USD per dmt.

Baca Juga: Gunakan APBN Rp25 Triliun, Sri Mulyani Teken PMK Baru untuk ‘Suntik Mati’ 2 PLTU Batu Bara di Jawa Barat, Memang Seberapa Urgen?

Sejak bulan Maret tersebut, harga nikel kembali turun dan terus terjun sampai pada bulan November 2023 lalu yang berhenti di angka 18.563.64 USD per dmt.

Dengan begitu, sejak Januari 2023 hingga November 2023 lalu, penurunan nilai jual dari mineral jenis ini adalah sekitar 8.918,98 USD per dmt atau sebesar 32,45%.

Lalu, berapa harga jual nikel pada Desember 2023 ini? Apakah mengalami kenaikan?

Baca Juga: Dulunya Berlokasi di Atas Bukit, Sejak Tahun 1950-an Desa Adat di NTT Ini Harus Pindah Lokasi, Kok bisa?

Sayangnya, nilai jual mineral ini di pasar global kembali terjun dan turun sampai ke angka 16.000 USD per dmt.

Dilansir dari London Metal Exchange, per 11 Desember 2023 lalu, harga nikel pada penutupan perdagangan berada di angka 16.607 USD per dmt.

Angka di atas menurun dari hari perdagangan sebelumnya, yakni 8 Desember 2023, yang berada di angka 16.806 USD per dmt.***

Rekomendasi