Smelter Baru! Pabrik Tembaga Terbesar di Gresik, Jawa Timur Ini Bakal Balik Modal Setelah 20 Tahun Beroperasi?

inNalar.com – Telah dibangun sebuah pabrik tembaga baru di Kabupaten Baru, Jawa Timur setelah beberapa tahun berlalu.

Mulanya, terdapat sebuah smelter pertama di Kabupaten Gresik yang telah dibangun sejak tahun 1996 silam.

Pembangunan smelter pada tahun 1996 oleh PTFI di Kabupaten Gresik menjadi smelter peleburan tembaga yang pertama di Indonesia.

Kini, dibangunlah smelter atau pabrik tembaga kedua di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas yang lebih besar daripada yang pertama.

Baca Juga: Raup Lahan Seluas 100 Ha, Jawa Timur Segera Miliki Smelter Baru yang Mampu Olah 3 Juta Ton Tembaga per Tahun

Smelter Manyar, smelter baru di Jawa Timur yang memiliki kapasitas pengolahan tembaga mencapai 2 juta ton per tahun.

Smelter baru di Jawa Timur tersebut menyerap dana yang mencapai Rp 45 triliun atau setara dengan US$ 3 miliar.

Dibangun di atas lahan seluas 100 Ha, smelter baru tersebut disebut menjadi pabrik tembaga terbesar di Jawa Timur.

Namun, diketahui bahwa pabrik tembaga terbesar di Jawa Timur tersebut merupakan sebuah proyek yang tidak memberikan untung.

Smelter baru yang dibangun di Kabupaten Gresik, Jawa Timur diperhitungkan menjadi proyek yang mengalami kerugian.

Baca Juga: Pembangunan Capai 75 Persen, Smelter Baru Senilai Rp 45 T di Gresik, Jawa Timur Ini Bakal Jadi Proyek Rugi?

Diketahui bahwa nilai investasi yang diperuntukkan pembangunan Smelter Manyar baru akan balik modal setelah 20 tahun.

Smelter Manyar, pabrik tembaga terbesar di Jawa Timur ini ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang,

Apabila tahun 2024 mendatang sudah beroperasi, maka balik modal baru terjadi pada 20 tahun kemudian, yaitu tahun 2044.

Diketahui pula bahwa margin untuk bisnis smelter di Indonesia masih sangat kecil, begitu pula untuk smelter baru di Jawa Timur.

Baca Juga: Ditargetkan Rampung Tahun 2024, Pabrik Tembaga Terbesar di Jawa Timur Ini Raup Dana hingga Rp 45 Triliun

Apabila hasil smelter tembaga diekspor ke luar negeri, maka akan ada tambahan biaya untuk layanan pengiriman.

Hal tersebut tentunya akan membuat pengeluaran menjadi semakin besar untuk pabrik tembaga yang ada di Jawa Timur.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]