

inNalar.com – Kebanyakan orang Jawa ternyata belum mengetahui terkait asal-usul Pulau Jawa.
Pulau yang disebut sebagai pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia itu dulunya pernah menyatu dengan Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Pendapat tersebut disepakati oleh beberapa ahli yang tentu saja telah menelusuri kejadian peristiwa besar di dunia ini.
Baca Juga: 4 Jam dari Medan, Daerah Seluas 1.928 km2 di Sumatera Utara Ini ‘Cerai’ dari Wilayah Induk: Namanya…
Berdasarkan informasi, ketiga pulau besar di Indonesia itu terbelah akibat adanya dentuman hebat yang dihasilkan dari letusan Gunung Krakatau Purba.
Diketahui, Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883, dan diperkirakan daya ledakannya sebesar 30 hingga 40 ribu kali bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
Walaupun daya ledakannya begitu kuat, ternyata meletusnya Gunung Krakatau tidak sehebat meletusnya Gunung Krakatau Purba.
Letusan Gunung Krakatau Purba diyakini menjadi salah satu letusan gunung terkuat hingga saat ini, yang dentumannya saja bisa terdengar hingga ke Cina, Korea, dan Jepang.
Adapun pemisahan Pulau Jawa dan Sumatera diyakini diakibatkan oleh adanya gerakan lempeng bumi.
Meskipun itu yang diyanini, beberapa ahli tetap yakin akan pendapat yang menyebutkan bahwa letusan Gunung Krakatau-lah yang menjadi penyebab berpisahnya kedua pulau tefrsebut.
Baca Juga: Pemekaran dari Kabupaten Bekasi, Wilayah 210 Km2 Ini Sukses Jadi Megapolitan dalam Waktu Singkat
Cerita letusan Krakatau Purba membelah Pulau Jawa dan Sumatera sendiri terdapat di dalam teks Jawa Kuno Pustaka Raja Purwa yang ditulis oleh pujangga Jawa, Ronggowarsito.
Tertulis bahwasannya pada sekitar tahun 416 Masehi, terdapat suara guntur yang begitu menggelegar datang dari Gunung Baturawa.
Gempa bumi yang menakutkan, hingga badai petir dan kegelapan pun datang seiring dentuman tersebut terdengar.
Baca Juga: 296 Km dari Samarinda, Daerah Seluas 20.385 Km2 di Kalimantan Timur Ini Pecah Jadi 2 Kabupaten
Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara atau Krakatau Purba dan mengalir ke timur.
Ketika air menenggelamkan daratan, Pulau Jawa terpisah menjadi dua, dan akhirnya terciptalah Pulau Sumatera.
Dalam tulisannya, Prabu Jayabaya pernah menyebutkan bahwasaanya Pulau Jawa akan kembali terbelah setelah beberapa tahun.***