

inNalar.com – Kabar dihukumnya Lionel Messi selama dua minggu dari squad utama PSG mencuat kencang di sosial media. Kejadian ini menandakan hati sang GOAT (Greatest of All Time) tidak lagi tertaut dengan sempurna kepada timnya saat ini.
Hukuman yang ia terima diduga lantaran Lionel Messi melakukan perjalanan ke Arab Saudi tanpa sepengatahuan manajemen PSG. Tentu hal ini akan mengganggu stabilitas keseluruhan tim mengingat kerjasama antar pemain merupakan kunci keberhasilan.
Tentu hal ini menimbulkan spekulasi tentang tim mana yang bakal menjadi tempat berlabuh La Pulga selanjutnya. Pasalnya kontraknya akan berakhir pada jendela transfer musim panas ini.
Barcelona disebut menjadi salah satu opsi Lionel Messi menjejakkan langkah selanjutnya. Kenangan manis yang ia pupuk bersama La Braugana sejak usia akademi, ingin ia tutup dengan sempurna.
Baca Juga: Terungkap Alasan PSG Hukum Berat Lionel Messi, Rumor Hengkangnya La Pulga Semakin Kuat
La Pulga tidak akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan dan manajemen tim. Ia akan menjadi sorotan utama tim bahkan satu squad akan bahu membahu memberikan pelayanan terbaik kepada sang legenda.
Akan tetapi kondisi keuangan Barcelona menjadi persoalan pelik yang akhir-akhir ini disoroti tajam oleh publik. Alih-alih membeli pemain bintang, dua tahun terakhir tim yang bertempat di wilayah otonom katalunia tersebut mengeratkan ikat pinggang dengan memangkas gaji pemain.
Bahkan beberapa pemain yang didatangkan dari tim lain belum lunas pembayaran transfernya. Manajemen juga menjual nama stadion untuk mendapatkan pundi-pundi pemasukan lain dari sponsor platform Spotify.
Baca Juga: ‘The Next Lionel Messi’ Tampil Menawan, Real Madrid Disinyalir Langsung Kepincut Balikan
Jika menilik data capology, gaji Messi di PSG tahun ini yang mencapai 63,64 juta Euro per tahun sepertinya akan membuat Xavi Hernandez beserta jajaran petinggi Barcelona lainnya akan berfikir berkali-kali untuk mendatangkan sang Maestro.
Hal ini lantaran gaji Messi per tahun setara dengan seperempat gaji kumulatif tim yang mencapai 263, 47 juta Euro per tahun. Merekrut GOAT dengan tetap mempertahankan rate card tersebut merupakan upaya bunuh diri.
Lagipula, keluarnya La Pulga dari klub yang membesarkan namanya disebabkan urusan keuangan. Skema reuni pertama ini dapat terjadi jika ia menurunkan standar pasar sebagai bentuk pengabdian.
Pilihan ideal selanjutnya berada pada Manchester City yang tahun ini begitu luar biasa di tangan Pep Guardiola. Jawara bertahan Premiere League tersebut bermain dengan bola-bola pendek dan penguasaan bola khas Barcelona.
messBaca Juga: Apa Arti GOAT dalam Sepak Bola? Istilah yang Diperdebatkan oleh Penggemar Cristano Ronaldo dan Lionel Messi
Tentu, Pelatih jenius tersebut bukanlah sosok asing untuk Lionel Messi lantaran ialah yang memoles sang bintang. Bakat terpendam peraih tujuh Ballon D`or tersebut sebagai False Nine pertama kali digaungkan oleh Pep Guardiola.
Berkongsi kembali dengannya mungkin merupakan pilihan terbaik. Selain kedekatan dengan mantan pelatih dan manajernya di Barcelona, skema bola-bola pendek yang ia suka, ia sepertinya akan dijadikan diva di ruang ganti.
Diluar perhitungan taktis, kedatangannya akan membawa pengaruh mental yang sangat positif bagi tim. Jam terbangnya sebagai pemain terbaik dunia dengan sederet penghargaan akan mendorong semangat tim yang tahun ini sangat mendominasi hampir semua pertandingan tersebut.
Kemampuan finansial Manchester City pun tak perlu diragukan. Tentu bukan hanya hitung-hitungan kemenangan saja yang menjadi acuan. Explosure untuk kampanye klub dan sponsor juga akan mengalami peningkatan yang signifikan dengan kedatangannya.
Pada akhirnya, kita hanya dapat menunggu kemampuan scouting dan Lobby dari masing-masing tim untuk kemudian melihat Reuni Akbar mana yang akan benar-benar terjadi beberapa bulan kedepan.*** (Dadang Irsyamuddin)