

inNalar.com – Desa Kuno di Atas Awan adalah julukan yang diberikan untuk Desa Waerebo di Manggarai, NTT.
Desa Waerebo di NTT sendiri merupakan salah satu desa yang masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan.
Gaya hidup warga setempat hingga rumah yang dijadikan tempat tinggal warga desa masih sangat melekat dengan budaya leluhur.
Desa Waerebo berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, membutuhkan waktu lama untuk sampai ke puncak.
Diketahui terdapat 7 rumah adat yang menjadi bangunan utama pada Desa Kuno di Atas Awan di NTT.
Untuk sampai ke wilayah tersebut, wisatawan maupun warga lokal harus melalui jalan setapak yang panjangnya mencapai 7 km.
Tujuh bangunan utama yang ada di Desa Waerebo, Kabupaten Manggarai dikenal dengan sebutan baruniang.
Selain bangunan yang dikenal dengan sebutan baruniang, terdapat pula rumah adat yang disebut dengan rumah gendang.
Rumah adat baruniang yang ada di Desa Waerebo, NTT dihuni oleh 6 keluarga, sedangkan rumah gendang dihuni oleh 8 keluarga.
Bangunan utama di Desa Kuno di Atas Awan, NTT ini dibangun secara melingkar berpusat pada sebuah batu melingkar.
Batu melingkar yang menjadi pusat aktivitas warga Desa Waerebo untuk mendekatkan diri ke alam hingga leluhur tersebut disebut dengan compang.
Fakta unik lain yang perlu diketahui adalah bahwa hanya ada 44 kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut.
Mata pencaharian utama warga Desa Kuno di Atas Awan di NTT adalah pertanian, karena tanahnya sangat subur.
Meskipun warga lokal sangat mempertahankan budaya leluhur, diketahui bahwa nenek moyangnya bukan berasal dari Waerebo
Nenek moyang warga lokal Desa Kuno di Atas Awan di NTT ternyata berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat.
Pelancong yang datang dari Sumatera Barat dan memulai kehidupan di Desa Waerebo tersebut adalah Mpu Maru.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi