Singapura Perluas Bandara, Jembatan di Batam Kepri Senilai Rp9,78 T ini Bakal Terhubung ke Changi Airport?

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau nampak terus mengupayakan pulau-pulau kecil di sekitar Batam agar bisa terbuka dari keterisolirannya dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakatnya.

Usai Jembatan Barelang yang berhasil hubungkan Batam dengan empat pulau di sekitarnya, kini ada pula perencanaan infrastruktur penghubung menuju Bintan yang bakal lintasi dua pulau di tengahnya.

Rupanya calon jembatan terpanjang di Indonesia ini tidak berhenti pada upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Batam saja, melainkan terdapat strategi khusus dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam menangkap peluang geliat ekonomi di Singapura.

Baca Juga: Mrs Ten Percent, Apa Benar Sosok Ibu Tien Adalah Istri Sekaligus Kekuatan Terbesar Bagi Soeharto?

Sebagaimana diketahui bahwa Singapura tengah sibuk membangun terminal baru di Bandara Internasional Changi.

Kepulauan Riau menargetkan dengan adanya perluasan Bandara Internasional Changi, dimungkinkan jalur transportasi jangka panjangnya bakal tembus dan terintegrasi hingga ke Bintan.

Itulah mengapa infrastruktur penghubung jalur darat ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional yang terus diupayakan Pemerintah Provinsi.

Baca Juga: Investasinya Rp21 T, Proyek Jalan Tol Ini Sediakan Jalur Alternatif ke Bandara Soekarno Hatta, Namanya…

Diharapkan dengan keberadaan calon jembatan terpanjang di Indonesia ini, konektivitas antar beberapa pulau ini tidak hanya terwujud pada dampak sosial dan ekonomi masyarakat daerah saja.

Namun juga diproyeksikan bakal melejitkan ekonomi nasional dari kemudahan akses terintegrasi jalur internasional antara Kepulauan Riau dan Singapura.

Bagai sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah strategi apik yang ditargetkan Pemerintah Provinsi dalam rancangan pembangunan PSN ini.

Baca Juga: Jawa Timur Urutan Pertama! Ini Daftar Daerah Paling Miskin di Indonesia, Disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah

Sebagai informasi, Jembatan Batam – Bintan akan memiliki panjang 14,47 kilometer dengan nilai investasi yang bakal dikeluarkan sebesar Rp9,78 triliun.

Megaproyek Infrastruktur ini bakal melintasi lautan dan pulau mulai dari Batam menuju Tanjung Sauh, dilanjutkan ke Buau hingga menuju Bintan sebagai titik terakhirnya.

Rencananya jalur darat yang bakal membelah lautan ini akan terbagi menjadi kontruksi jembatan dan jalan tol.

Adapun progres terkini terkait pembangunan proyek strategis nasional ini telah memasuki tahap finishing soil investigation atau tahap penyelesaian pengkajian tanah di lokasi yang bakal dibangun.

Waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaiannya pun bakal makan waktu sekitar 6 sampai dengan 7 bulan.

Sementara biaya yang digelontorkan untuk tahap penyelidikan tanah Jembatan Batam – Bintan ini diestimasikan mengucur sebanyak Rp68 miliar.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, sumber pembiayaan Proyek Strategis Nasional ini bakal diambil dari dana sokongan pemerintah dan pinjaman luar negeri.

Kabar baiknya, ada sebuah lembaga keuangan multilateral yang khusus memberikan bantuan dana dalam pembangunan infrastruktur di kawasan Asia ini tertarik berinvestasi di proyek jembatan ini.

Pihak pembiayanya adalah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), ketertarikan investasi pihaknya semakin menguat dengan kunjungan dari pihaknya ke lokasi pembangunan jembatan pada 31 Juli – 4 Agustus 2023 di Kepulauan Riau.

Diharapkan kunjungan tersebut menjadi awal sinyal baik dalam mengupayakan realisasi Jembatan Batam – Bintan ini.***

Rekomendasi