

inNalar.com – Persitiwa bencana lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo rupanya menjadi suatu keberkahan tersendiri bagi kekayaan Jawa Timur.
Sebab, telah ditemukan potensi kandungan logam emas di dalam tanah bekas bencana dahsyat yang dahulu menimpa Sidoarjo, Jawa Timur.
Sebagai informasi singkat, banjir lumpur panas yang menyelimuti sejumlah desa tersebut terjadi pada tahun 2006.
Semburan lumpur tidak terduga tersebut kemudian menenggelamkan setidaknya tiga kecamatan yang berada di Sidoarjo.
Guncangan ekonomi pun menjadi pukulan telak bagi Provinsi Jawa Timur akibat lumpuhnya pemukiman, pertanian, hingga perindustrian.
Semburan lumpur tersebut diketahui bermula dari titik pengeboran yang ada di wilayah pertambangan PT Lapindo Brantas.
Baca Juga: 58 km dari Bogor, 1,79 Juta Ton Emas Tersembunyi Dalam Gunung 1.261 Mdpl Ditemukan di Jawa Barat
Namun ternyata bukan tidak mungkin bencana tersebut dibalik menjadi sumber keberkahan yang tidak terduga.
Kementerian ESDM mengungkap adanya potensi kandungan logam tanah jarang yang ditemukan pada kandungan lumpur Lapindo tersebut.
Kabar baiknya, seorang pakar teknologi lingkungan Unair, Ganden Supriyanto, membeberkan istimewanya temuan di Sidoarjo ini bagi kemajuan teknologi.
Baca Juga: Habiskan Rp38,3 Miliar, Pembangunan Remedial Waduk di Tegal Ini Disebut ‘Proyek Siluman’
Sidoarjo mampu berpeluang menjadi daerah terkaya Jawa Timur karena keberadaan kandungan emas tersebut.
Bukan tanpa alasan peluang ini menjadi prospek ekonomi terkuat daerah tersebut, karena kandungan logam tersebut bernilai cukup tinggi.
Selain itu, keberadaan potensi emas di Kabupaten Sidoarjo ini mencapai 46,15 juta ton, melansir dari Kementerian SDM.
Perlu diketahui, temuan potensi tersebut tercatat sebagai potensi sumber daya mineral hipotetik.
Artinya, sumber daya mineral yang ditemukan dari segi kuantitas dan kualitasnya didapatkan melalui perkiraan saat survei tinjau dilakukan.
Dengan adanya prospeksi pasar ekonomi di bidang teknologi ini, Kabupaten Sidoarjo berpeluang memanfaatkan temuan ini sebagai kemajuan daerahnya.
Pasalnya, temuan logam mahal ini sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pesawat luar angkasa dan produk teknologi lainnya.
Sebagai informasi tambahan, terdapat beberapa daerah di Sidoarjo yang mulai dijadikan sebagai kawasan pengembangan industri perhiasan.
Upaya kebijakan tersebut berangkat dari sumbangan 60 persen ekspor nasional Jawa Timur dalam industri perhiasan emas, melansir dari Kominfo Provinsi Jatim.
Klaster industri perhiasan ini sudah dibangun sejak 14 tahun silam, yang apabila terus diberlakukan akan mengembangkan ekonomi daerah.
Diharapkan penelitian terkait temuan potensi emas berharga di Kabupaten Sidoarjo terus dilanjutkan.
Supaya salah satu sumber kekayaan baru ini mampu menjadi sumber penghidupan kesejahteraan baru bagi daerah tersebut.***