

InNalar.com – Provinsi Kalimantan Timur memiliki bangunan megah yang pernah jadi lokasi dijadikannya ajang PON pada tahun 2008.
Bangunan megah yang dimaksud adalah kompleks olahraga stadion bertaraf internasional yang berada di Samarinda.
Akan tetapi, ternyata kompleks olahraga tersebut kini malah nampak terbengkalai.
Padahal untuk membangun kompleks olahraga tersebut, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp3,3 triliun.
Sedangkan untuk membangun stadion bertaraf internasional tersebut, anggaran yang dikucurkan adalah Rp800 miliar seperti yang dilansir dari laman Deputi Kemenpora.
Sebenarnya bangunan tersebut cukuplah megah, karena kursi yang tersedia saja diperuntukan ke 60 ribu orang.
Baca Juga: Telan Dana Rp1,6 Triliun, Pembangunan Bendungan di Trenggalek Ini Malah Bikin Jalanan Rusak
Maka tak heran jika stadion ini disebut memiliki taraf internasional.
Bahkan bangunan olahraga yang berada di kota Samarinda ini juga pernah dijadikan tuan rumah untuk pertandingan divisi utama Liga Indonesia.
Sayangnya, kondisi dari stadion tersebut kini sepi, nampak tidak terawat, dan nampak terbengkalai.
Baca Juga: Merugi Rp186 Miliar! Megaproyek Jembatan Mangkrak di Kalimantan Timur Sampai Didatangi KPK
Namun beruntunglah, karena pada awal tahun 2024 ini pemerintah provinsi Kalimantan Timur akan melakukan perbaikan atau revitalisasi.
Selain itu, bahkan PJ Gubernur beserta para pejabat lainnya juga telah melakukan peninjauan pada stadion yang telah terbengkalai tersebut.
Sekedar informasi, saat stadion ini selesai direvitalisasi, direncanakan Borneo FC akan menjadikannya sebagai homebase.
Meski sebenarnya untuk merevitalisasi tersebut, terdapat kendala yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Pasalnya, aset tanah dari bangunan ini merupakan milik kota Samarinda.
Akan tetapi, infrastruktur yang terdapat di kompleks olahraga tersebut yang membangunnya adalah pemprov Kalimantan Timur.
Namun pemerintah tetap akan berusaha untuk merevitalisasinya, karena dapat difungsikan sebagai banyak hal. Nama dari stadion yang terbengkalai ini adalah Stadion Palaran.
Jika sesuai rencana, maka revitalisasi dari stadion yang akan dijadikan homebase untuk Borneo FC ini akan dilakukan pada Maret 2024.
Walaupun, untuk merealisasikan hal tersebut, standar dari bangunan olahraga ini haruslah sesuai dengan standar PSSI di Liga I 2023-2024.
Baca Juga: Besaran Laba Bersihnya Meroket, PT Cemindo Gemilang Catatkan Penurunan Jumlah Utang
Pada awalnya nanti, perbaikan akan dilakukan ke pemasangan lampu minimal 1.200 watt.
Selain itu, ada pula perbaikan di kondisi lapangan yang sedikit menurun di beberapa bagian.
Menurut situs resmi pemprov Kalimantan Timur, perbaikan stadion ini nantinya akan memakan waktu sekitar satu bulan dengan perkiraan anggaran Rp10 miliar. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi