Siapkan Dana Rp36,2 Triliun, Pembangunan Bandara di Jakarta Utara yang Dipindah ke Karawang Malah Mangkrak


InNalar.com –
Jakarta Utara ternyata pernah punya proyek pembangunan bandara internasional yang mangkrak atau ditinggalkan.

Berdasarkan rencana awal, pembangunan bandara tersebut nantinya akan dibangun di daerah Jakarta Utara.

Akan tetapi, ternyata setelah direncanakan kembali, pembangunan bandar udara tersebut justru akan dibangun di Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Bank Dunia Andil Investasi Rp900 M, Pabrik Infus di Karawang Jawa Barat Ini Dibangun Perusahaan Asal Jerman, Andalkan Teknologi Canggih!

Walau sempat memindahkan letak lokasi bandar udara, pada akhirnya justru proyek pembangunan infrastruktur tersebut malah ditinggalkan.

Adapun alasan untuk pembangunan ini ditinggalkan yakni karena pembahasan yang terlalu rumit serta bakal memakan anggaran yang cukup banyak.

Pada awalnya, proyek ini akan dibangun di pulau buatan atau pulau reklamasi di daerah Marunda.

Baca Juga: Habiskan Rp36 Miliar, Penanganan 3 Jalan Daerah di Kalimantan Selatan Ini Semakin Beraspal, Progres Paling Mantap di Ruas Hulu Sungai Utara

Namun, agar dapat membangun di atas pulau buatan tersebut, ternyata pemerintah masih harus menunggu proses reklamasi dan beberapa kajian yang diperlukan.

Hingga akhirnya, pembangunan lapangan terbang yang berada di Jakarta Utara harus ditinggalkan, karena akan mengganggu lalu lintas di bandar udara Soekarno-Hatta seperti yang dilansir dari laman Stekom.

Apalagi untuk melakukan pembahasan pada pembangunan bandar udara ini juga cukup sulit, karena membutuhkan perijinan juga dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian pertahanan.

Baca Juga: Proses Sampah 2.131 Ton per hari, Anak Usaha UNTR Kolab Bareng 2 Perusahaan Elit Jepang Buat Bangun TPPAS Senilai Rp4 Triliun di Bandung Jawa Barat

Maka dari itu maka Dirjen perhubungan udara memberikan saran agar bandar udara tersebut lebih baik dibangun di daerah Jawa Barat.

Tepatnya bandar udara tersebut akan dibangun di Karawang, yang bahkan diperkirakan mampu mengurangi jumlah investasi yang diperlukan.

Pasalnya, salah satu opsi tempat untuk membangun bandar udara ini 90% lahannya merupakan milik BUMN Perhutani.

Baca Juga: Aliri 90 Ribu Hektar Pertanian, Pembangunan Bendungan Rp6,5 Triliun di Jawa Barat Sampai Lalui 6 Kali Pergantian Presiden

Menurut rencana, lokasi dari bandar udara ini akan berada di lahan kawasan hutan seluas 4.000 hektar milik Perhutani.

Karena itulah jika Perhutani mau memberikan sebagian lahannya yang berada di Karawang untuk dijadikan bandar udara, maka jumlah investasi yang dikucurkan DKI Jakarta bakal berkurang.

Meski telah direncanakan di Jakarta Utara hingga berpindah ke Karawang, pada akhirnya justru pembangunan bandar udara ini malah mangkrak atau ditinggalkan.

Baca Juga: Jumlah Laba Bersih Meroket, PT Samator Indo Gas Tbk Catatkan Penurunan Besaran Utang

Padahal jumlah investasi yang telah disiapkan DKI Jakarta untuk membangun bandar udara ini yaitu Rp36,2 triliun.

Sedangkan nama dari bandar udara yang gagal digarap ini yaitu adalah bandara Internasional Si Pitung.

Namun, ternyata nama dari bandar udara ini juga sempat diganti menjadi bandara Internasional Ali Sadikin. ***

 

Rekomendasi