

inNalar.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah berhasil mengekspor klinker dan semen sebesar 445 ribu ton.
Pada tahun 2023, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengekspor klinker dan semen ke empat negara.
Empat negara yang menjadi tujuan ekspor perusahan ini adalah Filipina, Australia, Brunei Darussalam, dan Bangladesh.
Sebagai informasi, pada triwulan III 2023 INTP telah mengekspor klinker dan semen sebanyak 445 ribu ton.
Langkah ekspor tersebut merupakan upaya perusahaan untuk mengatasi masalah oversupply semen yang masih menjadi PR bagi Industri Semen Indonesia.
Selain itu, pada tahun 2024 korporasi ini telah menyiapkan biaya Capex dengan nilai Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun.
Dana capex senilai triliunan rupiah tersebut berasal dari kas internal perusahaan.
Dana tersebut nantinya sebagian besar digunakan untuk regular repair maintenance dan replacement.
Siapkan dana hingga Rp1,5 triliun, diketahui jumlah laba bersih perusahaan meroket.
Bersumber dari laporan keuangan resminya di IDX, jumlah penjualan dan pendapatan usaha perusahaan ini mencapai Rp12,9 triliun.
Angka tersebut dikurangkan dengan beban pokok penjualan dan pendapatan yang nilainya sebesar Rp8,8 triliun.
Dari hasil pengurangan tersebut, maka diketahui jumlah laba kotornya yang nilainya sebesar Rp4 triliun.
Kemudian, jumlah tersebut kembali dikurangi dengan beberapa beban termasuk pajak.
Dari hasil pengurangan jumlah laba bruto dengan berbagai beban dan pajak, maka diketahui besaran laba bersihnya.
Laba bersih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencapai Rp1,2 triliun.
Angka tersebut berada di atas jumlah laba bersih perusahaan pada tahun lalu di periode yang sama.
Pada triwulan III 2022, jumlah laba bersih korporasi ini sebesar Rp946,8 miliar. ***