

InNalar.com – Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan negara cincin api karena dikelilingi oleh banyak gunung berapi.
Sedangkan pada letusannya sendiri, gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan ledakan yang jadi terbesar di dunia.
Namun siapa sangka? ternyata letusan pada gunung tersebut justru menghasilkan suatu penemuan baru, yaitu sepeda.
Baca Juga: Lucu Banget! 10 Singkatan Nama Daerah di Kalimantan Ini Bakal Bikin Kamu Ketawa Sampai Puas
Sebelum masuk pada penemuan sepeda, ada baiknya dahulu untuk mengenang masa dimana gunung tersebut erupsi.
Pada jaman dahulu, sebenarnya gunung yang berada di NTB ini pernah tercatat jadi gunung tertinggi di Indonesia, karena mencapai ketinggian sekitar 4300 MDPL.
Namun karena letusan dahsyat terjadi pada gunung itu, menyebabkan ketinggiannya berkurang menjadi 2851 MDPL.
Awalnya, ledakan pada jalur lava di daerah Timur Indonesia ini terjadi pada 5 April 1815, yang suaranya mencapai hingga Batavia.
Akan tetapi, ternyata terdapat erupsi susulan yang maha dahsyat pada 10 April 1815, yang sampai mencapai kematian sebanyak 71 ribu jiwa.
Ditambah lagi terdapat pula bencana lain yaitu turunnya suhu bumi mencapai 3 derajat celcius.
Bahkan sampai membuat bumi kehilangan musim panasnya selama 10 tahun, hingga membuat gagal panen, kelaparan, dan banyak hewan ternak mati.
Salah satu hewan ternak tersebut adalah kuda, yang kala itu sering digunakan dijadikan sebagai transportasi.
Melansir dari kanal YouTube Millenialzkece, Pada saat itu terdapat orang dari Jerman bernama Karl von Drais,yang ingin bepergian jauh, akan tetapi ternyata kudanya tengah sakit.
Akan tetapi, karena dampak dari ledakan Tambora ini menyebabkan musim dingin selama 1 tahun, ia enggan untuk bepergian jauh dengan cara berjalan kaki.
Saat itulah ia mulai berfikir untuk menciptakan suatu alat aerodinamis yang dapat membantunya dalam melakukan bepergian, tanpa harus berjalan kaki.
Hingga akhirnya ia dapat menciptakan sepeda dengan berat 23 Kg, namun masih menggunakan roda kayu yang tempat duduknya seperti pelana pada kuda.
Bahkan penemuannya ini juga tidak memiliki pedal, sehingga jika ingin melaju, orang-orang harus menggunakan kakinya untuk mendorong kendaraan tersebut.
Walau begitu penemuannya ini tetaplah sukses, karena kendaraan ini sempat populer di Prancis dan Inggris.
Berlanjut sampai waktu ia mematenkan penemuannya ini pada tahun 1818, dan menjadi penemuan pertama yang akhirnya jadi awal penemuan sepeda modern.
Tentu penemuan ya ia temukan ini merupakan cikal bakal dari sepeda yang saat ini kita gunakan, dan semua itu justru berawal karena terjadinya ledakan pada gunung Tambora.
Walau ledakan gunung ini tercatat menjadi ledakan yang terbesar, namun ternyata ada pula dampak positifnya bagi perkembangan jaman modern saat ini.***