

InNalar.com – Saat ini pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja tengah dalam perencanaan untuk digarap.
Pada saat pembangunannya nanti, satu daerah yang akan dilintasinya adalah daerah Kebumen, Jawa Tengah.
Namun saat pembangunan dilakukan, harus ada beberapa korban yang harus dikorbankan agar jalan tol ini dapat terbangun.
Baca Juga: Putusan MKMK Tak Ubah Keputusan MK Terkait Pencalonan Gibran di Pilpres 2024, Netizen: Sudah Kuduga!
Bahkan jumlah desa yang akan tergusur ini jumlahnya mencapai 53 desa.
Namun tak perlu khawatir, sebab nantinya para warga yang terkena dampak pembangunan jalan tol ini akan dikenakan biaya ganti rugi lahan.
Selain itu, dengan adanya tol ini juga diperkirakan akan mampu meningkatkan perekonomian di tiap wilayah yang akan dilintasi oleh tol Cilacap-Jogja ini.
Pasalnya, saat tol ini terbangun maka akan semakin memudahkan kontribusi barang dan jasa dalam menyatukan konektifitasnya.
Sebab tol ini mampu melintas dari Cilacap-Kebumen-Banyumas-Purworejo dan tersambung ke bandara YIA di Kulon Progo Jogja.
Dilansir InNalar.com dari laman Pemkab Kemumen, diketahui nilai investasinya saja mencapai Rp 38,47 triliun.
Meski begitu, pembangunan jalan bebas hambatan ini memang diperlukan untuk menggusur atau mengganti lahan beberapa warga di Jawa Tengah.
Karena terdapat Desa Rowokele dan Bumiagung di kecamatan Rowokele di Kebumen yang lahannya harus digantikan.
Sedangkan untuk kecamatan Buayan, terdapat Desa Jogomulyo, Nogoraji, Tugu, Banyumudal, dan Mergosono.
Pada kecamatan Kuarasan, ada desa Wonoyoso, Bendungan, Kuwaru, Serut, dan Jatimulya yang lahan kampungnya akan digunakan untuk proyek tol Cilacap-Jogja.
Berlanjut di kecamatan Adimulyo terdapat Desa Sidomukti, Pekuwon, Meles, dan Banyurata.
Sementara Kecamatan Karanganyar akan berdampak di Desa Sidomulyo, Grenggeng, dan Panjatan.
Sedangkan kecamatan Sruweng yaitu di Desa Purwodeso, Karanggedang, Sidoharjo, Menganti, dan Trikarso.
Dilanjutkan di kecamatan Klirong yaitu pada Desa Banjarwinangun, Dorowati, Gadungrejo, Tambakagung, Sitirejo, Karangglonggong, dan Wotbuwono.
Kecamatan Buluspesantren akan terdampak di Desa Tanjungsari, Sidomoro, Klapasawit, dan Jogopaten.
Pada kecamatan Kebumen akan berada di Desa Adikarso, Murtirejo, Mengkowo, dan Kalibagor.
Berlanjut di kecamatan Kutowinangun yaitu hanya akan berdampak di Desa Tanjungmeru.
Sedangkan untuk kecamatan Ambal yaitu berada di Desa Kembangsawit, Lajer, Dukuhrejosari, Pagedangan, Kradenan, Ambarwinangun, dan Sidorejo.
Sementara di kecamatan Mirit lahan yang akan terkena adalah Desa Winong, dan Ngabean.
Terakhir, pada Kecamatan Bonorowo yaitu di Desa Bonjoklor, Bonjokkidul, dan Mrentul.
Itulah jumlah 53 desa di Kebumen Jawa Tengah yang akan terknea dampak dari penggantian lahan untuk jalan tol Cilacap-Jogja.
Jika sesuai rencana, nantinya jalan tol ini akan mulai digarap pada tahun 2024 hingga 2029. ***