Siap Lahan 228 Ha, Pemprov Kaltim dan Kalsel Kompak Perjuangkan Bandara Pertama di Paser Demi Hubungkan 5 Kabupaten, Progresnya?

inNalar.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) tampak makin kompak memperjuangkan progres proyek yang satu ini.

Proyek itu adalah pembangunan bandara baru yang digadang bakal jadi infrastruktur gerbang udara pertama di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Harapannya infrastruktur ini akan memberikan akses mobilisasi yang lebih mudah bagi warga yang tinggal di 5 kabupaten yang ada di dua provinsi tersebut.

Baca Juga: Dibangun pada 1884, Kuil di Medan Ini Memiliki Gaya Arsitektur Khas India dan Terdapat 3 Ruangan Pemujaan, Apa Saja?

Kelima kabupaten yang dimaksudkan ini meliputi dua wilayah di Kalimantan Timur seperti Paser itu sendiri dan Penajam Paser Utara.

Adapun untuk tiga kabupaten di Kalimantan Selatan meliputi wilayah Batulicin, Balangan, dan Tabalong.

Proyek Bandara di Paser ini tengah diupaytakan oleh kedua belah pihak agar masuk ke dalam RPJMN 2024 – 2029.

Baca Juga: Belum Setahun Beroperasi Setelah Diresmikan, Jembatan senilai Rp173 Miliar di Kabupaten Samosir Ini Bakal Dibangun Lagi?

Lantas, apa urgensi keberadaan infrastruktur pintu udara yang baru ini bagi kedua provinsi yang tengah berkolaborasi ini?

Hal yang menjadi alasan penting di balik proyek ini rupanya berkaitan dengan jarak dan waktu tempuh dari kedua sisi daerah menuju bandara utamanya masing-masing.

Sebagai gambarannya, waktu tempuh tiga kabupaten di Kalimantan Selatan menuju Bandara Syamsudin Noor rata-rata bisa memakan waktu tempuh hingga 10 jam.

Baca Juga: Jumlah Keuntungan Terjun Bebas Hingga Rp6,2 Triliun, Utang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Semakin Membengkak?

Sementara dua kabupaten yang ada di Kalimantan Timur pun juga perlu mengakses Bandara Sepinggan di Balikpapan dengan jarak yang cukup jauh.

Jadi jika bandara ini diwujudkan di wilayah Desa Rantau Panjang di Kecamatan Tanah Grogot, harapannya bandara baru ini mampu menjadi akses penengahnya.

Sehingga dari segi biaya dan waktu akan lebih efisien untuk masyarakat yang tinggal di kelima kabupaten tersebut.

Baca Juga: Gandeng KAI Bangun Fasilitas Angkutan Batu Bara, Laba PT Bukit Asam Tbk Terjun Bebas, Pendapatannya…

Adapun mengenai progres proyek ini, diketahui lahan pembangunan telah disiapkan seluas 228 hektare di Kabupaten Paser.

“Lahan bandara ini sudah disiapkan sekitar 228 hektare,”ungkap Akmal Malik selaku Penjabat Gubernur Kalimantan Timur.

Proyek bandara baru ini pun juga sedang dalam tahap upaya pengajuan usulan agar masuk menjadi RPJMN periode 2024 – 2029.

Baca Juga: Jumlah Aset Merosot, PT Bukit Asam Tbk Bangun 3 Fasilitas Guna Tambah Kapasitas Angkutan Batu Bara, Apa Saja?

Untuk mendukung hal tersebut, kedua pemerintah provinsi telah melakukan studi pendahuluan dan reviu Detail Engineering Design (DED), dan penentuan skema pendanannya.

Adapun skema pendanaan yang akan diajukan adalah Kerjasama dengan Pihak Badan Usaha (KPBU) mengingat keterbatasan dana APBN dan APBD.

Diharapkan dengan adanya kekompakan dari kedua pemerintah provinsi ini menjadi awalan yang baik bagi kelanjutan proyek bandara pertama di Paser ke depannya.***

Rekomendasi