Siap Jadi Ikon Baru Riau! Jembatan Senilai Rp7 Triliun Ini Bakal Bikin Indonesia-Malaysia Makin Akrab

inNalar.com – Proyek Jembatan Bengkalis – Sei Pakning telah dimulai pada Oktober 2024. Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Riau, terutama di Pulau Bengkalis dan sekitarnya.

Sebagai proyek strategis, Jembatan Bengkalis – Sei Pakning diharapkan tidak hanya memperlancar konektivitas antar wilayah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Halim, seorang ekonom dari Universitas Riau, memandang proyek Jembatan Bengkalis ini sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan perekonomian di Pulau Bengkalis.

Baca Juga: Tangerang Punya Hanggar Terbesar di Dunia, Maskapai Ini Habiskan Rp500 Miliar untuk Satu Garasi Pesawat

Sei Pakning, yang merupakan salah satu wilayah yang terhubung langsung dengan jembatan ini, memiliki potensi besar untuk dijadikan pelabuhan internasional yang mendukung ekspor produk lokal.

Halim berpendapat bahwa dengan adanya pelabuhan internasional akan membuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia akan semakin erat.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menyambut perubahan yang akan datang.

Baca Juga: Kisah Sukses AgenBRILink di Situbondo, Dari Coba-Coba hingga Jadi Solusi Perbankan Terdekat

Masyarakat harus mulai mempersiapkan diri agar bisa memanfaatkan peluang yang terbuka, baik di sektor perdagangan, pariwisata, maupun investasi.

Dalam hal pembiayaan, Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 7 kilometer ini akan melibatkan pihak ketiga, sehingga tidak membebani APBD Riau.

Sekdaprov Riau, SF Hariyanto menjelaskan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai oleh investor dan akan menggunakan skema pembayaran melalui tarif tol.

Baca Juga: Bidik 7.500 Penumpang per Hari, Kinerja Bandara Internasional Paling Sepi di Jawa Barat Digeber: Masih Jauh dari Target!

Hariyanto juga menyebutkan bahwa jembatan Bengkalis ini akan berfungsi seperti jalan tol.

Mengingat saat ini masyarakat sudah membayar untuk menggunakan layanan penyeberangan kapal RoRo, yang sering kali menimbulkan antrean panjang.

Dengan adanya jambatan, jarak tempuh 7 kilometer dapat diselesaikan dalam hitungan menit tanpa harus menunggu berjam-jam.

Baca Juga: Inggris Merugi 2 Miliar Pounds, Ini Bencana Kilang Minyak Terbesar dan Termahal di Dunia

Jembatan yang digadang-gadang akan jadi yang terpanjang ini rencananya akan didaftarkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menyiapkan berbagai persyaratan teknis agar proyek ini segera terdaftar sebagai PSN.

Ardiansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, menjelaskan bahwa FS, AMDAL, dan pembebasan lahan adalah tanggung jawab Pemkab Bengkalis.

Baca Juga: Sedot Dana Fantastis, Proyek Radial Road Surabaya Diramalkan Kurangi Pemborosan Rp5 Miliar per Tahun

Sementara itu, untuk basic design dan detail engineering design (DED) akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau.

Proyek ini telah menarik perhatian investor asing, salah satunya adalah China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

CSCEC bekerja sama dengan mitranya PT Pearl River Indonesia. Perusahaan konstruksi ini siap membiayai proyek secara penuh dengan skema investasi.

Baca Juga: Diwacanakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Ini Pengertian Kurikulum Deep Learning dan Perbedaannya dengan Kurikulum Merdeka

Pada Mei 2024, CSCEC melakukan peninjauan ke titik koordinat lokasi yang direncanakan untuk pembangunan dan didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Bengkalis.

Dengan anggaran biaya yang diperkirakan mencapai Rp7 triliun, jembatan Bengkalis ini diharapkan akan menjadi ikon pembangunan Provinsi Riau.

Pada 30 Oktober 2024, telah dilakukan proses pengeboran telah dilakukan di beberapa titik lokasi sebagai tahap awal pembangunan, dilansir inNalar.com dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga: Semakin Diakui Dunia, Taman Kota di Jakarta Selatan Seluas 7,3 Hektare Ternyata Dulu Area Tercemar

Pengeboran ini bertujuan untuk menguji kekuatan tanah di area yang direncanakan untuk pembangunan jambatan.

Kemudian, pada Kamis 7 November 2024, Erdila Fitriyadi, Sekretaris Dinas PUPR Bengkalis menyampaikan bahwa saat ini juga sedang dilakukan pengambilan sampel di 16 titik koordinat yang direncanakan untuk pembangunan.

Delapan titik sampel berada di pesisir Pulau Bengkalis yakni dua titik di daratan Pulau Bengkalis dan enam titik di bagian sisi laut. Sisanya dilakukan di pesisir Pulau Sumatera.

Lebih lanjut, Erdila menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau dalam mewujudkan pembangunan jembatan antara Pulau Bengkalis dan daratan Sumatera.*** (Aliya Farras Prastina)

Rekomendasi