Siap Habiskan Investasi Rp89,57 T, Pelabuhan di Sulawesi Selatan Ini Bakal Bantu Ekspor Hasil Budidaya Pisang

InNalar.com – Beberapa waktu lalu PJ Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin menginisasi program Budidaya Pisang.

Program ini diharapkan agar Sulawesi Selatan bisa manjadi penghasil pisang nomor 1 di dunia.

Diharapkan pisang hasil budidaya nantinya juga akan diekspor ke berbagai negara lain.

Baca Juga: Kuras Dana Rp1,169 Triliun, PDAM Bantu Layanan Air dari SPAM Semarang Barat untuk 3 Kabupaten di Jawa Tengah

Oleh sebab itu, dalam rangka mendukung upaya ekspor ke luar negeri dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah dibutuhkan peran Pelabuhan Peti Kemas Makassar New Port untuk mengekspor hasil budidaya pisang tersebut.

Usai mengunjungi Pelabuhan Peti Kemas MNP, Bahtiar Baharuddin berharap adanya pelabuhan tersebut bisa membantu ekspor hasil bumi maupun perikanan.

Baca Juga: 3 Kabupaten Ini Jadi Wilayah Terluas di Pulau Jawa, Juaranya Ternyata Bukan Banyuwangi, Coba Tebak!

Adapun alasan pemilihan pelabuhan tersebut karena sudah berskala dunia dan mempunyai daya tampung luas.

Dilansir dari Pemprov Sulsel, Pihak Pengelola Pelabuhan Peti Kemas MNP sendiri mau bersinergi serta akan membantu ekspor produk holtikultura dan perikanan ke berbagai negara.

Pelabuhan Peti Kemas MNP sendiri berada di daerah Makassar Sulawesi Selatan, dan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan penanggung jawab proyek PT Pelabuhan Indonesia IV.

Baca Juga: Disebut Jadi Kampung Miliader, Desa di Wonogiri Jawa Tengah Ini 60 Persen Warganya Merantau dan Berdagang

Hingga kini pembangunan MNP masih terus berlanjut. Karena sedari awal pembangunan ini direncanakan dalam tiga tahap sampai tahun 2037, dengan perkiraan menghabiskan biaya investasi 89,57 triliun.

Pembangunan tahap pertama terbagi menjadi 4, yaitu 1 A,B, C, dan D. Adapun tahap 1A sudah usai, sedangkan 1B dan 1C masih terus berjalan, dengan perkiraan selesai pada 2023 ini.

Pada pembangunan MNP tahap 1A telah menghabiskan biaya investasi sebesar 2,51 triliun. Sementara, 1B akan menelan dana investasi sekitar 1,66 triliun, dan 1C sejumlah 2,69 trilun.

Meski dalam proses pembangunan, saat ini jumlah peralatan pelabuhan MNP sebesar 1 juta TEUs per tahun. Sedangkan, pada tahun 2022 kemampuan realisasi logistik berkisar 800.000 TEUs per tahun.

Selain pelayanan logistik, MNP sendiri juga mempunyai terminal penumpang berkapasitas 1.500 orang, dengan bangunan seluas 6.608 m2.

Jika semua tahap pembangunan selesai. Diperkirakan MNP mempunyai dermaga seluas 2.184 meter, dan luas tempat penumpukan 106 hektar, dengan kapasitas 5 juta TEUs per tahun.

MNP sendiri digadang-gadang sebagai pelabuhan terbesar di wilayah Indonesia Timur.

Kehadiran MNP diharapkan bisa terus meningkatkatkan nilai ekspor di Sulawesi Selatan dan mengefisiensi waktu pengiriman barang. ***

 

Rekomendasi