Siap Diresmikan, Bendungan Senilai Rp1,6 Triliun di Sulawesi Utara Mampu Aliri 2.214 Ha Sawah Tadah Hujan

inNalar.com – Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara telah rampung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Balai Sungai Sulawesi I, Komang Sudana, seperti yang dilansir dari laman Antara.

Artinya, setelah pembangunan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara telah rampung, tinggal persiapan untuk peresmiannya saja.

Baca Juga: Gara-gara Perang, Pembangunan Smelter Rp22 Triliun di NTB Ini Malah Molor, Padahal Miliki Fasilitas…

Adapun anggaran yang digunakan untuk melakukan proyek besar di Kabupaten Bolaang Mongondow tersebut.

Dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, anggaran yang digunakan untuk membangunan bendungan tersebut senilai Rp1,6 triliun.

Namun, ternyata tidak pengerjaan proyek tidak hanya dilakukan dalam satu dekade saja.

Baca Juga: Manchester United Gontok-gontokan dengan AC Milan dalam Perburuan Bek Gratisan Fulham Tosin Adarabioyo

Kontrak pengerjaan infrastruktur tersebut dibagi menjadu dua paket, yakni paket 1 dan paket II.

Untuk paket pertamanya sendiri, proyek ini dipegang langsung oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk, dengan nilai kontrak Rp830 miliar.

Sedangkan, untuk paket pengerjaan kedua dipegang olek kontraktor PT PP (Persero) Tbk – PT Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO), dengan nilai kontrak Rp 821 miliar.

Baca Juga: Hanguskan Rp31,2 Miliar, Jalur Shortcut di Badung Bali Disebut Mampu Atasi Masalah Klasik, Panjangnya…

Dilihat dari sisi konstruksinya, Bendungan Lolak di Sulawesi Utara memiliki daya tampung kira-kira sekitar 16,23 juta meter kubik air.

Dengan itu, air yang ditampung oleh bendungan ini akan dipergunakan untuk mengairi sawah tadah hujan seluas 2.214 hektar.

Selain itu, Bendungan Lolak juga diproyeksikan mampu menjadi sumber air baku sebanyak 500 liter per detik.

Baca Juga: Usai Gaet China dan Arab, PT Aneka Tambang Targetkan Produksi 274.140 Aluminium di 2024, Terluas Ada di Sanggau Kalimantan Barat

Namun tidak sampai di sana saja, bendungan yang dibangun dengan anggaran triliunan rupiah tersebut juga kan difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Diperkirakan, PLTA dari bendungan ini akan berpotensi menghasilkan energi sebesar 2,43 MW.

Meskipun sudah dinyatakan rampung, persoalan terkait peresmian dari infrastruktur di Sulut ini hingga sekarang belum dipastikan jadwalnya. ***

 

Rekomendasi