Siap Diresmikan 2024, Sulawesi Utara Kini Punya Bendungan Senilai 1,6 Triliun yang Aliri 2300 Hektare Lahan Pertanian

inNalar.com – Bendungan merupakan satu infrastruktur yang cukup penting, karena dapat memberikan manfaat besar bagi para masyarakat sekitar.

Begitu pula dengan tempat penampungan air yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Sebab bendungan ini sudah rampung pembangunannya sejak dikerjakan pada tahun 2015 yang lalu.

Adapun nama infrastruktur ini adalah Bendungan Lolak.

Baca Juga: Baru 2 Pekan Diperbaiki hingga Rp50 Miliar, Jembatan Otista di Bogor Jawa Barat Tergenang Banjir, Bima Arya Ungkap Penyebabnya

Tentu pembangunan infrastruktur ini cukup lama, karena pengisian airnya saja baru dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2023 kemarin.

Hingga September tahun 2023, diketahui air yang sudah ditampung pada penampungan tersebut sudah terisi sebanyak 53%, atau sekitar +106,170 meter.

Karena itulah, tempat penampungan air di Sulut ini sebenarnya hanya menunggu peresmiannya saja, yang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun ini.

Baca Juga: Juventus Bakal Nangis Darah, Tiago Djalo Justru Lebih Setuju Merapat ke Inter Milan pada Bursa Transfer 2024

Sementara itu, tempat penampungan air ini memiliki daya tampung sebanyak 16,23 juta m3.

Saat tempat penampungan air tersebut sudah dapat beroperasi sepenuhnya, infrastruktur ini mampu memberikan banyak manfaat bagi para masyarakat sekitar.

Dilansir InNalar.com dari antaranews.com, Beberapa manfaatnya seperti mengaliri daerah pertanian seluas 2.214 hektare, hingga menjadi sumber air baku sebanyak 500 liter per detik.

Baca Juga: Resmi! Manchester United Relakan Donny van de Beek Merapat ke Eintracht Frankfurt Seharga ‘Kacang Goreng’

Selain itu dapat dimanfaatkan pula jadi pembangkit listrik tenaga air yang memiliki potensi sebesar 2,43 MW.

Bahkan infrastruktur ini juga akan mampu mereduksi banjir yang akan terjadi di wilayah Sulawesi Utara sebanyak 12 persen.

Selama membangun infrastruktur di kabupaten Bolaang Mongondow ini, investasi yang dikucurkan mencapai Rp1,6 triliun.

Baca Juga: Diklaim Tahan 100 Tahun, Terowongan Tol Cisumdawu Rp18,3 Triliun Ini Malah Rusak Usai Gempa di Sumedang, Amankah?

Proyek pengerjaan Bendungan Lolak ini terbagi menjadi 2 paket.

Pada paket pertama, investasi yang dikucurkan yaitu sebanyak Rp830 miliar menggunakan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk.

Paket 1 ini meliputi pengerjaan galian, pekerjaan temporary cofferdam, pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan timbunan main cofferdam, serta pekerjaan instrumentasi.

Baca Juga: Korbankan 160 KK, Megaproyek Bendungan Rp315 Triliun di Kaltara Ini Punyai PLTA Terbesar, Beroperasi Tahun…

Sedangkan untuk paket 2, investasi yang diserap yaitu sebanyak Rp821 miliar dengan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerja Sama Operasi/KSO).

Paket 2 ini mengarah pada pengerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan intake, pekerjaan saddle dam I dan II, pekerjaan perkuatan tumpuan kiri, pekerjaan relokasi jalan dan jembatan provinsi serta pekerjaan hidromekanikal.

Baca Juga: Tembus Kedalaman 2.958 Ft, PT Pertamina Hulu Rokan Targetkan Pengeboran Cadangan Minyak di Sumur Mibasa Riau

Selain akan memiliki banyak fungsi bagi para masyarakat di kabupaten Bolaang Mongondow, nantinya bendungan ini juga mampu dijadikan tempat wisata bagi para masyarakat.

Bahkan lahan bekas galian di bendungan ini juga mampu dijadikan hutan buah produktif.

Rekomendasi