

inNalar.com – Pada akhir tahun 2021 lalu, Presiden Jokowi groundbreaking konstruksi kawasan industri hijau di Kalimantan Utara.
Kawasan industri hijau di Kalimantan Utara tersebut disebut sebagai kawasan industri terbesar di dunia.
Luas lahannya diketahui kurang lebih sebesar 30.000 hektar.
Ditargetkan, megaproyek kawasan yang telah groundbreaking pada tahun 2021 lalu tersebut konstruksinya selesai pada tahun 2024 mendatang.
Sedangkan operasinya, ditargetkan akan dilakukan secara bertahap, yakni tahun 2023, 2024, hingga tahun 2029.
Adapun investasi yang diperlukan untuk memastikan proyek kawasan industri di Kalimantan Utara tersebut dapat terealisasi adalah senilai USD 132 miliar.
Baca Juga: Terdepan Soal Inovasi Produk, Kenali 5 Pemenang Pengusaha Muda BRILiaN 2023!
Jika disetarakan dengan nilai rupiah Indonesia, (saat asumsi kursnya Rp15.579 per USD), nominal investasinya sebesar Rp 2,056 triliun.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltara, pendanaan proyek sepenuhnya diberikan oleh swasta.
Sehingga pemerintah dipastikan tidak akan memberikan sepersenpun pendanaan untuk proyek kawasan industri ini.
Adapun nilai investasi senilai Rp2,056 triliun tersebut akan diperlukan untuk seluruh tahapan konstruksi dan komersialisasi sampai 8 tahun kedepan.
Rencana kedepan terkait proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara tersebut adalah akan dikembangkannya beberapa megaproyek.
Salah satu diantaranya adalah pabrik petrokimia, yang kapasitasnya ditargetkan mencapai 4×16 juta ton per tahunnya.
Baca Juga: BRI dan PT Freeport Sepakati Perjanjian Trade Facility Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, di kawasan industri hijau tersebut juga akan dibangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 10 GW.
Tidak sampai di situ, masih ada beberapa proyek besar yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.
Diantaranya ada pembangunan pelabuhan, bandara, hingga hotel berbintang juga akan segera dihadirkan di sana.
Diperkirakan, megaproyek ini akan menyerap kurang lebih 160.000 tenaga kerja untuk berproduksi.
Sehingga keberadaannya nanti akan memberikan dampak perekonomian yang lebih positif bagi negara secara keseluruhan maupun daerah di Kalimantan Utara secara khususnya. ***