

InNalar.com – Di tengah kota Magelang terdapat satu bukit yang menjadi objek wisata budaya terkenal yaitu bernama Gunung Tidar.
Gunung tidar atau biasa disebut dengan Bukit Tidar ini sarat akan legenda yang unik.
Bahkan, konon Gunung Tidar ini disebut sebagai Pakunya Tanah Jawa, lho!
Penasaran? Yuk, kita bahas!
Baca Juga: Taman Nasional Baluran Banyuwangi, Kepingan Sabana Afrika yang Membentang di Jawa Timur
Gunung Tidar dapat dikatakan gunung yang cocok untuk pendaki pemula.
Ya, karena rute pendakiannya sudah dilengkapi dengan 1.002 anak tangga guna membantu wisatawan sampai ke puncak, lho!
Konon, gunung yang memiliki ketinggian 503 mdpl ini dikenal dengan beberapa versi panggilan, ada yang mengatakan Gunung Tidar ini berasal dari kata mati dan modar. Hal demikian mengingat Gunung Tidar ini dulunya dihuni oleh bangsa jin dan setan.
Baca Juga: Buktikan Kejantanan Pria! Suku di Maluku Jadikan Kepala Manusia Sebagai Mas Kawinnya
Sehingga, apabila menurut mitos, siapapun yang ke Gunung Tidar pasti akan meninggal dunia.
Dahulu kala, di Gunung Tidar dikisahkan adanya pertemuan dua tokoh, yaitu Syekh Subakir dari Persia dengan penguasa Tanah Jawa, yakni Ki Semar atau biasa dikenal dengan Sabdo Palon.
Pertemuan tersebut guna memindahkan jin jahat yang berada di Gunung Tidar dan juga dalam rangka penyebaran agama Islam oleh Syekh Subakir.
Baca Juga: Mengungkap Misteri Leuweung Sancang, Tempat Moksa Prabu Siliwangi
Gunung Tidar juga kerap dijadikan destinasi wisata religi. Yup, karena ada petilasan Syekh Subakir dan Ki Semar disini. Unik, ya!
Yuk, mari kita bahas siapa sih Syekh Subakir dan Sabdo Palon itu.
Syekh Subakir
Menurut sejarah, ulama asal persia ini diberikan tanggung jawab yang begitu beresiko oleh Raja Rum untuk meruqyah tanah Jawa.
Beliau meruqyah tanah Jawa dari hal-hal ghaib guna membebaskan semua pengahalang diterimanya Islam di tanah Jawa.
Konon, menurut legenda, Syekh Subakir membawa sebuah batu hitam asal arab yang sudah dirajah. Yaa, guna membuat jin atau dedemit di tanah Jawa hilang ataupun tunduk.
Batu hitam yang bernama Rajah Aji Kalacakra itu dipasang di tengah tanah Jawa, yaitu di Puncak Tidar, Magelang.
Efek ghaib dari batu hitam tersebut adalah cuaca yang tadinya cerah tetiba berubah menjadi mendung, angin berderu dengan sangat cepat, kilat, dan gunung-gunung bergemeruh selama tiga hari tiga malam tiada henti.
Wow, sakti sekali, bukan?
Sabdo Palon
Ki Semar badranaya atau yang biasa dikenal dengan Sabdo Palon ini tidak kalah populer dengan Syekh Subakir bagi masyarakat Jawa.
Sosok Raja Jin Gunung Tidar ini pernah mengadu ilmu kesaktiannya dengan Syekh Subakir, lho!
Kemudian hasil pertarungan tersebut membuat Sabdo Palon kewalahan.
Pada akhirnya, Sabdo Palon dan Syekh Subakir bernegosiasi yang membuat Syekh Subakir ini diizinkan untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
***(Refaldo Pekerti Al Ghiffari)