

inNalar.com – Sebuah artikel baru mengungkap sebuah penemuan berbagai spesies fosil, diantaranya siput dan hiu purba di Selandia Baru.
Artikel tersebut merupakan Makalah Jurnal Geologi dan Geodisika baru yang menggambarkan ratusan spesies fosil yang ditemukan.
Tepatnya, penemuan tersebut terdiri dari 266 spesies fosil dari berbagai fauna yang berusia 3 juta tahun.
Baca Juga: Bangun Smelter Nikel 22,75 Hektar, Kalimantan Timur Perkokoh Hilirisasi Industri di Benua Etam
Spesies fosil tersebut sangat beragam dimana setidaknya terdapat sepuluh spesies yang sebelumnya tidak diketahui.
Adapun berbagai temuan fosil tersebut meliputi fosil siput rami tertua di dunia, tulang hiu gergaji yang telah punah, dan gigi hiu putih besar.
Berbagai fosil tersebut ditemukan di Selandia Baru, tepatnya di pengolahan air limbah Mangere Auckland.
Baca Juga: Dosakah Suami Bila Hanya Beri Nafkah Sedikit Bahkan Kurang Kepada Istrinya? Ini Kata Buya Yahya
Awalnya, pada tahun 2020 Watercare Auckland tengah menggali dua poros vertikal besar untuk peningkatan jaringan pipa utama di Selandia Baru.
Para pekerja malah menemukan lapisan fosil cangkang kuno dan para peneliti menyamakan penemuan tersebut dengan emas.
Kemudian, para peneliti menelusuri tumpukan cangkang kuno tersebut selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Mengenal Batik Truntum Asal Yogyakarta, Jawa Tengah: Sejarah Sebuah Makna Cinta yang Tumbuh Kembali
Setelah penemuan tersebut, para peneliti mengidentifikasi secara rinci dari fosil-fosil tersebut.
Hasil identifikasi dari para ahli paleontologi menyebutkan bahwa ratusan fosil tersebut tersimpan di saluran subtidal selama 3 hingga 3,7 juta tahun yang lalu.
Fosil-fosil di Selandia Baru itu mencakup sejumlah spesies suptropis yang turunannya hidup di perairan hangat saat ini di sekitar kermadec dan Kepulauan Norfolk.
Salah satu penemuan fosil yang cukup ikonik ini adalah Siput Rami yang pasti hidup di daratan yang berdekatan dan tersapu ke laut oleh limpasan badai.
Jenis siput ini merupakan siput tertua yang diketahui oleh para peneliti dan masyarakat luar.
Sebagian besar fosilnya hidup di dasar laut dan beberapa diantaranya di muara air payau.
Hal yang mengejutkan lainnya tentang penemuan di Selandia Baru ini adalah di saluran tersebut mengandung fosil yang hidup di berbagai lingkungan berbeda.
Kemudian, fosil siput dan hiu itu disatukan di dalam saluran laut oleh gelombang dan arus pasang surut yang kuat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi