

inNalar.com – Sudah rahasia umum bahwa Arab Saudi menjadi salah satu pusatnya kaum aristokrat. Jadi terkadang sudah tidak geleng-geleng lagi soal betapa elitnya sekolah para sultan di sana.
Namun pernahkah terpikir, bagaimana perbandingan sekolah internasional di Arab Saudi dengan yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta?
Ketika institusi pendidikan tersebut merupakan percabangan yang tersebar hampir di seluruh dunia, apakah ada perbedaan signifikan?
Contohnya adalah British International School (BIS). Institusi pendidikan yang satu ini tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terdapat di negara kaya minyak ini.
BIS Riyadh berhasil masuk dalam Top Rekomendasi 2024 lembaga pendidikan berstandar internasional di Kawasan Timur Tengah, melansir dari Spear’s 500.
Jenjang yang tersedia pada institusi pendidikan bergengsi di negeri bergurun pasir ini memiliki kesamaan dengan yang ada di kota terbesar Indonesia.
Baca Juga: Siswa Korea Dibuat Melongo Melihat Mewahnya 5 Sekolah Termahal di Indonesia
Kedua cabang BIS, baik di Kota Riyadh mau pun Jakarta tentunya sama-sama berstandar world class school.
Kemewahan dan fasilitas pembelajaran sama lengkapnya, banyak kegiatan ekstrakurikuler yang bisa dieksplorasi para siswanya.
Meski letaknya jauh terbentang batas negara, kedua institusi pendidikan ini sama-sama telah mendapat pengakuan dari organisasi pengendali mutu.
Misalnya, seperti Western Association of Schools and Colleges (WASC), International Baccalaureate (IB), dan the Council of International Schools (CIS).
Lantas, bagaimana jika dilihat dari segi pembiayaannya? Arab Saudi menduduki posisi ke-6 negara terbebas ekonominya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Sementara di Jakarta, menduduki peringkat ke-4 kawasan Asia Tenggara, melansir dari Heritage Foundation.
Hal tersebut tentu berimplikasi pada perbedaan penetapan biaya investasi pendidikan di masing-masing negara.
British International School cabang Riyadh sendiri mematok dana pendidikan mulai dari Rp282 juta – Rp451 juta.
Sementara cabang institusi pendidikan yang ada di kota metropolitan terbesar Indonesia ini sendiri dipatok biaya sebesar Rp300 juta.
Baca Juga: Cuma Bisa Tampung 180 Siswa, Sekolah Elit di Inggris Ini Tetapkan Biaya Pendidikan Seharga Mobil
Baik di Arab Saudi mau pun Jakarta, kedua sekolah internasional ini sama-sama berfokus pada GCSE dan A Level.
Output akhirnya adalah agar siswa mampu lanjutkan pendidikan di universitas top dunia seperti di US, UK, Canada, hingga Australia.
Secara khusus, BIS Riyadh memfokuskan pengembangan siswa dari tiga pilar, yaitu “learning, well-being, and enrichment,” dikutip dari laman resminya.
Maksudnya, BIS cabang Kota Riyadh lebih fokus pada pembelajaran, kesejahteraan, dan pengayaan.
Sementara cabang ibukota yang satu ini, menempatkan 4 kata kunci penting dalam fokus mereka.
Di antaranya meliputi Purpose, Learning, Enviroment, dan Culture. Secara umum, pengembangan karakternya sama.
Hanya saja BIS di Indonesia nilai yang ditekankan sebisa mungkin tidak meninggalkan budaya lokal meski cara pandangnya global.
Kemiripan lainnya dari kedua lembaga pendidikan elit ini adalah lingkungannya yang cukup multikultural.
Siswa dan guru berbaur bersama meski berasal dari kewarganegaraan yang berbeda-beda.
Dengan standar kelayakan mutu yang terkendali oleh pantauan British School Overseas (BSO), kualitas pembelajaran di antara kedua sekolah pun tetap sama.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi