

inNalar.com – Menjadi provinsi yang baru berdiri selama kurang lebih 10 tahun, Kalimantan Utara rupanya tidak lepas dari masalah stunting.
Hal ini membuat Kalimantan Utara menjadi salah satu provinsi yang menargetkan bisa menurunkan stunting hingga 14 persen pada 2024 nanti.
Pada tahun 2023, rupanya Kalimantan Utara berhasil mendapat penghargaan sebagai salah satu dari tiga provinsi yang menurunkan angka stunting terbesar.
Baca Juga: Lika-liku Proyek Rp 189 Miliar di Balikpapan: dari Pembatalan Flyover Hingga Underpass Demi Estetika
Dilansir inNalar.com dari kaltara.bpk.go.id, Kalimantan Utara berhasil menurunkan angka stunting sebanyak 5,4 persen pada tahun 2022.
Meski begitu, angka stunting di Kalimantan Utara masih berada di atas angka prevalensi stunting nasional, yakni 21,6 persen.
Upaya penurunan stunting rupanya telah dilakoni serius sejak tahun 2019 dengan memanfaatkan dana desa.
Baca Juga: Akibat EL Nino Sekitar 1.400 Hektar Pertanian di Lampung Terancam Gagal Panen, BPBD Buka Suara
Anggaran yang digunakan untuk menangani stunting diperkirakan sebesar Rp 202,6 miliar, sebanyak 12,34 persen dari total Dana Desa Kalimantan Utara.
Biaya tersebut digunakan oleh pemerintah level provinsi, kabupaten, hingga desa yang merencanakan berbagai kegiatan berbeda-beda.
Level provinsi melakukan perencanaan serta pemantauan untuk membangun fasilitas pembinaan dan menindaklanjuti kebijakan yang ada.
Sedangkan pada level kabupaten, pemerintah menganggarkan program untuk mengelola layanan desa.
Di lain sisi, telah dilakukan sinkronisasi dalam perencanaan dan penganggaran tingkat desa yang memastikan pendataan sasaran.
Dana juga digunakan untuk membangun Poskesdes, Polindes, dan Posyandu di beberapa desa.
Selain itu, telah dilakukan konseling serta penyediaan makanan sehat untuk meningkatkan gizi bayi di bawah lima tahun (Balita).
Penanganan ini berhasil membuat Kalimantan Utara menekan angka prevalensi stunting pada tahun 2022 dari 27,5 persen hingga 21,1 persen.
Hal tersebut merupakan hasil dari kinerja seluruh masyarakat yang berperan dalam kepentingan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Utara.
Melihat data penurunan stunting yang signifikan, Kalimantan Utara pun menargetkan penurunan hingga menjadi nol persen pada tahun 2030.***