

inNalar.com – Nyeri haid yang biasa terjadi pada wanita harus diwaspadai, sebab bisa jadi merupakan gejala penyakit endometriosis yang menyerang darah dan elemen terkait.
Seringkali ketika seorang perempuan datang bulan area sekitar perut terasa keram, tidak jarang pula ada yang sampai perih luar biasa sehingga pekerjaan rumah terbengkalai.
Ternyata hal tersebut disebabkan karena adanya peluruhan pada dinding rahim wanita selama masa menstruasi, jika terasa sakit yang terus-menerus maka perlu waspada dan segera periksa.
Baca Juga: Mengapa Perayaan Hari Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Simak Sejarahnya
Lalu apa itu endometriosis?, penyakit ini yaitu tumbuh ketika adanya pertumbuhan jaringan dalam tubuh manusia, mirip seperti jaringan lapisan bagian dalam rahim tubuh perempuan.
Dikutip inNalar.com dari artikel Jogja Intens berjudul “Sering Nyeri Haid, Hati-hati Endometriosis, Cek Gejala dan Cara Mengobatinya!” pada Kamis, 14 April 2022 jaringan tubuh itu tumbuh.
Tumbuhnya jaringan tersebut dapat ditemukan di dalam perut, kandung kemih, ginjal, paru-paru, dan diafragma.
Baca Juga: 5 Wisata Pantai Recommended di Daerah Jawa Barat, Eksotik dan Banyak Spot Foto Cantik
Padahal biasanya, endometriosis paling sering ditemukan di ovarium, saluran tuba, dan bagian belakang rahim.
Meskipun tidak mengancam jiwa, namun endometriosis dapat membuat penderitanya lemah, menyebabkan nyeri pada menstruasi, mengalami infertilitas atau kembung, bahkan mengganggu kelancaran siklus menstruasi.
Dikutip dari The Healthy, menurut Teori Sampson, ada 5 tanda gejala penyebab endometriosis yang dikenal juga sebagai menstruasi retrograde, yakni:
Mengalami Nyeri Menstruasi
Beberapa rasa sakit atau nyeri saat menstruasi merupakan hal yang normal. Namun, ketika rasa sakit menjadi tidak terkendali dan berlangsung lama, itu termasuk gejala dari Endometriosis.
Menurut keterangan dr. Gretchen Glaser, MD, ketika rasa nyeri sudah sampai mengganggu dan membuat wanita berhenti melakukan aktivitasnya bahkan disertai rasa mual dan muntah, segeralah periksa ke dokter.
Mengalami Nyeri Panggul Sepanjang Waktu
Nyeri pada panggul juga dapat terjadi ketika wanita mengalami menstruasi. Seiring waktu, nyeri ini dapat menjadi kronis yang terjadi secara terus menerus hingga mengalami kram.
Dokter Glaser menjelaskan, gejala tersebut dapat disebabkan oleh enometrioma ovarium atau kista pada ovarium.
Endometrioma ini dapat berkembang ketika jaringannya tumbuh di dalam ovarium dan membentuk massa.
Mengalami Kesulitan Saat Proses untuk Hamil
Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil, endometriosis mungkin menjadi salah satu penyebabnya.
Jika jaringan endometrium tumbuh di saluran tuba, maka dapat menyebabkan jaringan parut, penyumbatan, kerutan pada saluran dan membatasi kemampuan sel telur untuk dibuahi.
Baca Juga: Cak Nun Ungkapkan 3 Lapisan Langit dalam Terkabulnya Doa, Muslim Wajib Tahu
Selain itu, lokasi endometriosis dapat memengaruhi kesuburan. Wanita yang mengembangkan endometriosis pada ovarium mungkin mengalami lebih banyak kesulitan untuk hamil, daripada wanita yang endometriosisnya ada di tempat atau organ tubuh lain.
Sering Buang Air Kecil dan Mengalami Kesulitan Buang Air Besar
Jika Anda sering buang air kecil meskipun jarang minum air mineral, juga dapat berhubungan dengan gejala endometriosis.
Begitu pun sebaliknya, endometriosis juga dapat mempengaruhi Anda mengalami kesulitan buang air besar hingga menyebabkan rasa sakit.
Merasa Lelah Secara Berlebihan
Endometriosis dapat menyebabkan penderitanya kelelahan yang dapat disertai dengan rasa yang tidak nyaman dan mengalami rasa sakit kronis saat menstruasi.
Baca Juga: Lowongan Kerja atau Loker BUMN 2022: Ini Syarat dan Link Pendaftaran untuk 2700 Lowongan Pekerjaan
Bagi wanita yang mengalami lima tanda gejala penyebab Endometriosis tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Menurut dr. Laura Douglass, cara mengobati endometriosis yang dapat diberikan berupa terapi hormonal, seperti minum pil KB secara terus menerus.
Tidak hanya itu, pengobatan lainnya juga dapat dilakukan dengan terapi fisik dasar panggul seperti yoga atau akupuntur yang dapat membantu mengurangi rasa sakit.
Dokter juga dapat menggunakan Lupron untuk menyuntik wanita selama waktu yang diperlukan, baik dalam sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali.
Jika sudah terlalu parah, penderita harus melakukan operasi laparoskopi atau pembedahan pada sistem reproduksi wanita, hingga melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim.***(Tim Jogja Intens 02/Jogja Intens)